Ekonomi

Mau Kembangkan UMKM Next Level? Ini Saran dari Ahlinya!

Mau Kembangkan UMKM Next Level? Ini Saran dari Ahlinya!
Konferensi pers The 20th International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA 20th) pada Kamis (28/7/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Pada umumnya banyak pengusaha lokal yang ingin usahanya dapat mendunia hingga menembus pasar global serta memiliki franchise atau waralabanya tersendiri. Apa lagi kalau pengusaha lokal tersebut merintis dari nol. Pada ketentuan ini, bagi kamu yang ingin punya usaha dan ingin mengembangkannya ke level franchise itu bisa saja lho.

Menurut Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) Susan Widjaya, apabila ada yang ingin menjadi franchisor dan mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi, pemilik usaha harus mendaftarkannya ke Kementerian Perdagangan. 

Susan mengatakan usaha tersebut harus berdiri sejak 5 tahun dan telah memiliki pendapatan yang mumpuni agar bisa meyakinkan para pengguna franchise untuk membeli atau bekerja sama.

baca juga:

Karena menurut Susan, para pengguna franchise akan lebih percaya pada kualitas perusahaan atau usaha yang sudah mempunyai profit.

"Untuk menjadi waralaba itu ada ketentuannya dan juga memiliki kriteria, selambat-lambatnya perusahaan yang mau menjadi sebuah franchise itu setidaknya harus berdiri secara 5 tahun, sebagai syarat bahwa usaha tersebut telah berpengalaman, dan ya mereka harus punya kriteria tersebut," jelas Susan dalam konferensi pers The 20th International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA 20th) pada Kamis (28/7/2022).

Selain itu, demi menghindari adanya konflik dikemudian hari, sebagai orang atau perusahaan yang ingin membuat dirinya sebagai franchisor, maka harus didaftarkan ke Kementerian Perdagangan yang nantinya kementerian itu nantinya mengeluarkan STPW (Surat Tanda Pemegang Waralaba).

Sesudahnya, calon franchisor juga harus mendaftarkan merek dagangnya agar tidak ada konflik pemegang nama seperti yang viral beberapa waktu lalu.

"Perizinannya antara lain sebagai franchisor, mereka (calon franchisor) harus mempunyai STPW yang didapat dari Kemendag, setelahnya mereka harus mendaftarkan merek mereka agar tidak ada konflik seperti yang terjadi belakangan ini yaitu Bensu dan CFW yang viral belakangan ini," ungkap Susan.

Namun bagi UMKM yang belum memenuhi persyaratan tersebut, mereka bisa memulai dari kemitraan yang disediakan oleh para perusahaan yang sudah ahli dalam bidang tersebut. Sehingga nantinya UMKM yang sudah berdiri tegak bisa memahami licensing dan membentuk pilot projectnya sendiri.