Lifestyle

Mau Jantung Sehat? Kurangi Daging

Jaga kesehatan jantung dengan menghindari mengonsmsi daging


Mau Jantung Sehat? Kurangi Daging
Ilustrasi - Kesehatan Jantung (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Studi baru dalam jurnal The BMJ menyatakan, risiko terserang penyakit jantung dapat berkurang sebanyak sebanyak 20 persen dengan pemilihan makanan, seperti mengganti makanan serba daging dengan kacang-kacangan, telur, dan susu segar.

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health mengamati 43.272 pria Amerika selama 30 tahun, mengumpulkan data tentang kebiasaan makan, gaya hidup, dan hasil kesehatan mereka. Tidak ada peserta yang memiliki penyakit kardiovaskular pada awal penelitian.

Seperti dilansir Akurat.co dari Insider, Jumat, (4/12) hasil studi menunjukkan, mereka yang makan lebih banyak protein nabati seperti kacang-kacangan memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular selama penelitian.

Pria 65 tahun ke atas tampaknya paling diuntungkan karena risikonya terkena penyakit kardiovaskular 18 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang malah mengonsumi daging merah.

Para peneliti juga menemukan, orang yang mengonsumsi produk susu dan biji-bijian daripada daging merah memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang jauh lebih rendah. Hal yang sama berlaku untuk peserta yang makan telur, ketimbang daging olahan.

Daging merah dan olahan mengandung lemak jenuh, kolesterol tinggi, yang semuanya berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, menurut Laila Al-Shaar, peneliti pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health dan penulis utama studi ini. Makanan nabati tinggi serat, antioksidan, dan polifenol dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit.

Namun, studi tersebut melihat makanan utuh, bukan nutrisi tertentu, jadi kemungkinan kombinasi faktor terlibat.

Temuan ini mendukung peneliti sebelumnya yang menunjukkan terlalu banyak daging merah dan olahan terkait dengan konsekuensi kesehatan jangka panjang, yakni risiko penyakit seperti kanker yang lebih tinggi.[]

Sumber: Antara