News

Mau Jalan-jalan ke Jakarta, Baca Dulu Nih Daftar Tempat Wisata yang Ditutup

Tempat wisata di Jakarta ditutup untuk menekan laju penularan virus corona atau COVID-19 yang kian memprihatinkan.


Mau Jalan-jalan ke Jakarta, Baca Dulu Nih Daftar Tempat Wisata yang Ditutup
Spanduk pemberitahuan penutupan tempat wisata Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/5/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup sejumlah tempat di Ibu Kota untuk menekan lonjakan COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan beberapa pekan terakhir.

Penutupan dan pembatasan kegiatan tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekomomi Kreatif  Nomor 419 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata. 

Surat keputusan itu ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya pada Rabu, 22 Juni 2021.

Gumilar membatasi sejumlah sektor wisata dan hiburan, salah satunya restoran atau rumah makan hanya boleh menerima 25 persen pengunjung dari kapasitas ruangan. Sebelumnya, 50 persen dari kapasitas ruangan.

"Kapasitas maksimal pengunjung 25 persen. Dapat melayani take away 24 jam," begitu bunyi salah satu poin SK 419/2021.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga menutup sejumlah tempat diantaranya:

  • Destinasi wisata atau taman rekresiasi Taman Jaya Ancon, Taman Mini Indonesi Indah (TMII), Taman Margasatwa Ragunan, dll.
  • Salon atau barbershop
  • Meeting atau seminar atau workshop di hotel dan gedung pertemuan
  • Museum dan galeri
  • Wisata tirta (olahraga dan rekrasi air yang berada di danau,laut dan  pantai)
  • Pusat kesegaran  jasmani, gym dan fitness center
  • Golf, driving range
  • Pemutaran film, bioskop
  • Bowling, billiard dan seluncur
  • Waterpark
  • Gelanggang renang dan kolam renang
  • Arena permainan anak

Sementara dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro, Anies Baswdan membatasi jumlah pegawai yang diperbolehkan masuk kantor 25 persen dari kapasitas gedung kantor. 75 persen yang lain diminta bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kepgub 796/2021 hanya berlaku bagi kawasan zona merah COVID-19. Sedangkan perkantoran di wilayah yang masuk zona oranye dan kuning tetap menerapkan kebijakan WFO 50%.

"WFH sebesar 75 persen dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," begitu bunyi salah satu poin dalam Kepgub 796/2021 yang diteken Anies Baswedan dikutip AKURAT.CO pada Rabu (23/6/2021).

Kepgub 798/2021 berlaku mulai 22 Juni 2021 sampai 5 Juli 2021. Namun, salinan Kepgub 798/2021 baru disosialisasikan bagian humas Pemprov DKI Jakarta kepada wartawan pada hari ini.

"Menetapkan perpanjangan PPKM Berbasis Mikro selama 14 hari terhitung sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan 5 Juli 2021."

Regulasi tadi berlaku bagi semua perkantoran milik swasta maupun pemerintah. Kecuali, kantor yang bergerak di bidang esensial, diantaranya rumah sakit, apotek, logistik, keuangan, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, dan obyek vital nasional. Perkantoran yang dikecualikan itu boleh beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat."[]