News

Mau Jadi Calon Komisioner KPU-Bawaslu? Ini Syarat yang Wajib Dipenuhi

Tim seleksi (Timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu telah membuka pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu.


Mau Jadi Calon Komisioner KPU-Bawaslu? Ini Syarat yang Wajib Dipenuhi
Chandra Hamzah (Tangkapan layar Youtube Ditjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri)

AKURAT.CO, Tim seleksi (Timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu telah membuka pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu. Bagi pendaftar, jangan lupa lengkapi berkas untuk lolos pada tahap seleksi administrasi sehingga bisa masuk ke tahap seleksi berikutnya. 

Berikut syarat administrasi yang wajib dipenuhi calon pendaftar yang dibacakan Wakil Ketua Timsel Chandra Hamzah dalam dialog virtual yang diselenggarakan Timsel bersama KPU dan Bawaslu kemarin. 

A. Warga Negara Indonesia

B. Usia Paling rendah 40 tahun. 

C. Menyertakan fotocopy KTP

D. Menyertakan Pas foto 4X6 6 lembar.

E. Daftar riwayat hidup 

F. Surat pernyataan setia kepada pancasila, UUD 1945, setia kepada NKRI, dan bhineka tunggal ika. 

E. pernyataan akan mengundurkan diri apabila terpilih untuk yang aktif di organisasi kemasyarakatan. 

F. Surat pernyataan pengunduran diri dari partai politik selama 5 tahun belakangan. 

G. Surat pernyataan pengunduran diri apabila menikah sesama penyelenggara pemilu. 

H. Surat pernyataan tidak bersedia menjadi pejabat pemerintah setelah terpilih. Baik menjabatk di BUMN, BUMD atau pemerintahan. 

I.Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. 

J. Bersedia bekerja penuh waktu, yang dibuktikan dengan surat pernyataan. 

L. Keterangan tentang pengetahuan dan keahlian. 

M. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya. 

Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyarankan agar daftar riwayat hidup dibuat lengkap. Sehingga memudahkan Timsel menelusuri jejak calon. Sebab, Timsel harus menyeleksi sosok pelamar yang kapable. 

"Kalo di sarankan daftar riwayat hidup dibuat selengkap-lengkapnya. Jangan minimalis. Apalagi yang relevan dengan masalah kepemiluan," katanya. 

Seluruh berkas lamaran, kata dia, bisa dibawa langsung ke Sekretariat Timsel di kantor Kemendagri. Bisa juga mengirimkan berkas persyaratan melalui pos, dan email Timsel calon anggota KPU dan Bawaslu RI.[]