News

Mau Gelar Hajatan Dalam Waktu Dekat di Jakarta, Simak Baik-baik Aturannya!

Pemprov DKI Jakarta tidak melarang warganya melangsungkan akad nikah dan menggelar hajatan, namun harus dengan protokol kesehatan ketat.


Mau Gelar Hajatan Dalam Waktu Dekat di Jakarta, Simak Baik-baik Aturannya!
Wedding Party (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan warganya melangsungkan akad nikah dan hajatan di tengah pandemi COVID-19. 

Izin akad nikah dan hajatan di Jakarta tertuang dalam Surat Keputusan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Gumilar Ekalaya Nomor 419 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata.

Prosesi akad nikah atau pemberkatan di Gereja, di gedung atau hotel diperbolehkan, asalkan jumlah pengunjung yang hadir menyaksikan hanya 30 orang.

"Kapasitas maksimal pengunjung yang hadir 30 orang  dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," begitu bunyi poin dalam SK 419/2021 yang diteken Gumilar dikutip AKURAT.CO pada Rabu (23/6/2021).

Sementara untuk resepsi di gedung atau hotel diperbolehkan dengan ketentuan jumlah tamu undangan yang datang tidak boleh lebih dari 25 persen kapasitas ruangan.

Kemudian tuan pesta juga dilarang menghidangkan makan di tempat resepsi karena dapat memicu kerumunan.

"Kegiatan resepsi pernikahan dapat beroperasi dengan ketentuan, kapasitas maksimal pengunjung 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan dilarang menyajikan hidangan makan di tempat."

SK Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini merupakan tindaklanjut dari Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 796 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang berlaku sejak 22 Juni kemarin hingga 5 Juli 2021.

Dalam Kepgub itu, Anies meniadakan sementara kegiataan peribadatan di rumah ibadah mengingat kasus COVID-19 terus melonjak.

Sebelum ledakan COVID-19 terjadi dua pekan lalu, kegiatan peribadatan sudah diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kegiatan peribadatan dilakukan di rumah," bunyi salah satu poin Kepgub 796/2021 yang diteken Anies Baswedan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, penutupan tidak hanya dilakukan di rumah ibadah, tapi juga tempat rekreasi atau wisata sampai hiburan malam. Alasannya karena tempat tersebut rawan penyebaran COVID-19.

"Tempat ibadah kami minta beribadah di rumah saja. Banyak sekali kegiatan seperti bioskop, live musik, dan lain-lain kini ditiadakan, pariwisata tempat ruang hijau itu dinolkan, artinya ditutup," tegas Ariza.[]