News

Mati-matian Pertahankan Kedaulatan Partai, Kader PD: YIM Tak Pantas Jemawa

Andi Arief mengunggah sebuah video berisi pernyataan dari seluruh kader Partai Demokrat tentang Yusril Ihza Mahendra (YIM).


Mati-matian Pertahankan Kedaulatan Partai, Kader PD: YIM Tak Pantas Jemawa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menggelar rapat pimpinan secara maraton untuk menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang di Gedung DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Elite Partai Demokrat Andi Arief mengunggah sebuah video berisi pernyataan dari seluruh kader Partai Demokrat tentang Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (YIM) yang menjadi kuasa hukum Partai Demokrat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko.

Dalam video berdurasi 4.12 menit itu, kata Yusril, kader Partai Demokrat berjanji akan mati-matian mempertahankan partai tersebut. Sebab mereka menyebut, yang akan dihadapi adalah orang yang dekat dengan pucuk kekuasaan.

"Kami kader Partai Demokrat memang harus mati-matian mempertahankan partai ini, karena yang kami hadapi adalah Moeldoko, orang yang jaraknya hanya satu jengkal dengan pucuk kekuasaan," bunyi pernyataan tersebut dalam video yang diunggah @Andiarief_ sebagaimana dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Menurut Andi, kader Partai Demokrat bukanlah hal yang mustahil bagi Moeldoko untuk menggunakan semua instrumen untuk merampas Partai Demokrat.

"Apalagi kini dia menggandeng YIM pengacara cerdas yang tahu celah kekosongan hukum, di mana kekuasaan bisa masuk memang intervensi," sambungnya.

Lebih lanjut kata Andi, kader Partai Demokrat mengaku enggan berandai-andai jika hal itu tidak mungkin terjadi. Namun, dengan pernyataan inilah yang bisa mereka lakukan untuk mempertahankan kedaulatan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ini adalah suara kader PD benar bahwa kami menyerang mempertanyakan etik YIM sebagai pengacara. Ini pertarungan yang tidak seimbang, yang bukan semata-mata ranah hukuman sih," ungkapnya.

Mestinya, kata Kader Partai Demokrat, Yusril tidak bisa berdalih bahwa dia netral. Mereka menilai, Yusril sangat pintar menyesati hukum yang menggugat aturan rumah tangga Partai Demokrat.

"Tapi tidak melibatkan kami sebagai di tergugat tapi pihak lain yang harus membuktikan apakah aturan partai ini telah sesuai UU atau tidak. Dia telah melakukan terobosan-terobosan politik atas kekosongan hukum untuk membegal PD," bebernya.

"Jika dia profesor hukum tata negara yang punya nurani ingin mendemokrasikan Partai Politik (Parpol) maka ia tidak akan memberi celah masuknya pembajakan partai dari konsekuesi upaya hukum yang dilakukan," jelasnya.

"Dia akan memilih cara yang lain yang lebih fundamental seperti uji materi kepada legislatif atas UU parpol yang kita tahu ada banyak masalah di dalamnya. tapi dia tidak melakukan itu sebab tidak ada duitnya, jadi YIM tak pantas jemawa," imbuhnya.

Meski demikian, kader Partai Demokrat merasa yang lebih dikhawatirkan adalah kekuasaan yang akan dimainkan Moeldoko untuk memuluskan rencana busuknya.

"Yang kami tahu ada begitu banyak kepentingan kekuasaan yang mendukungnya. Kami memang harus mati-matian membela partai kami, sebab ini jadi batas lonceng kematian demokrasi di republik ini," pungkasnya. []