News

'Mati Kelaparan' di Tengah Pandemi, Permintaan Makanan Bersubsidi Jutaan Warga Miskin India Ditolak Pemerintah

Ada garis tipis antara kematian dan kehidupan


'Mati Kelaparan' di Tengah Pandemi, Permintaan Makanan Bersubsidi Jutaan Warga Miskin India Ditolak Pemerintah
Tabassum Nisha memegang kuitansi aplikasi 2013 untuk kartu jatah (Srishti Jaswal/Al Jazeera)

AKURAT.CO, Tabassum Nisha tinggal di sebuah gubuk reyot di sudut sempit lingkungan Malviya Nagar di New Delhi bersama kelima anaknya.

Nisha adalah janda berusia 38 tahun dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Nisha biasa bertahan hidup dengan penghasilan bulanan USD 50 (Rp712 ribu), meski dalam hal ini, ia sebenarnya membutuhkan dua kali lipatnya untuk memberi makan anak-anaknya. 

Dengan pendapatan sekecil itu, Nisha jelas hampir tidak mampu memenuhi kebutuhan. Namun, cobaan hidup seakan tak henti-hentinya menghampiri Nisha. Di tengah kemiskinannya, ia kehilangan pekerjaan karena penguncian Covid-19 yang diluncurkan secara mendadak oleh pemerintah India, Maret tahun lalu.

Hidup Nisha bertambah sulit karena Covid, hingga ia harus menikahkan putrinya yang berusia 18 tahun pada Desember tahun lalu untuk mengurangi bebannya. Di tengah terhimpitnya kondisi ekonomi keluarga, tapi entah bagaimana, Nisha masih mampu berjuang memberi makan anak-anaknya selama penguncian berbulan-bulan. 

Meski untuk mencukupi kebutuhan itu, Nisha harus kesana-kemari mencari pinjaman dari tetangga hingga pemilik toko. Upaya meminjam itu terus dilakukan Nisha sampai mereka berhenti membantu. Saat itulah, Nisha memutuskan untuk beralih dan mengandalkan lembaga-lembaga amal kota.

Nisha dulu mengira penguncian tidak akan berlangsung lebih lama dari tahun 2020. Tetapi, prediksi itu ternyata salah karena penguncian kembali diumumkan pada April tahun ini, yakni ketika India menghadapi gelombang kedua yang mematikan. 

Dan kali ini, tidak ada badan amal yang bisa memberi makan Nisha dan anak-anaknya. Nisha dan anak-anaknya pun harus makan sehari sekali agar bisa 'selamat' dari penguncian kedua.Namun, sekarang ada antisipasi penguncian ketiga, dan ini membuat Nisha takut jika ia dan anak-anaknya akan mati kelaparan.

Kisah Nisha memang sangat memprihatinkan, tetapi ia hanyalah satu di antara jutaan orang miskin India yang terdepak dari program Pradhan Mantri Garib Kalyan Anna Yojana (PMGKAY). Itu adalah skema ketahanan pangan untuk pandemi Covid-19 yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada Maret 2020.

Lalu kenapa Nisha dan jutaan warga miskin lain bisa dikeluarkan dari PMGKAY?