Rahmah

Matahari Tepat di Atas Ka'bah  Akhir Mei 2022 Ini, Kemenag:  Tepat untuk Verifikasi Arah Kiblat

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib, menuturkan, peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat.


Matahari Tepat di Atas Ka'bah  Akhir Mei 2022 Ini, Kemenag:  Tepat untuk Verifikasi Arah Kiblat
Hanya dalam waktu 24 jam, ada lebih dari 450 ribu orang di Arab Saudi yang mendaftar haji tahun ini (AFP )

AKURAT.CO Akhir Mei 2022 ini akan terjadi fenomena alam yang jarang terjadi yakni istwa a'zhak atau rasdhul qiblah. Fenomena ini terjadi dikarenakan matahari melintas tepat di atas Ka’bah. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib, menuturkan, peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Karena itu, kata dia, ketika matahari melintas di atas Ka’bah, bayangan semua benda yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke arah kiblat.

“Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” kata Adib di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

baca juga:

Adib menjelaskan, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Diantaranya untuk memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot/bandul.

“Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing,” jelas Adib yang pernah menjadi Kepala Kakanwil Kemenag Jabar itu.

Berikut cara penentuan arah kiblat saat matahari melintas di atas Ka’bah:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari;

2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul;

3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG;

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul;

5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut;

6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul;

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut. []