Ekonomi

Masyarakat Makin Akrab dengan Ekonomi dan Keuangan Digital, Trennya Positif!

BI memprediksikan ekonomi dan keuangan digital akan terus menunjukkan tren positif hingga akhir 2021.


Masyarakat Makin Akrab dengan Ekonomi dan Keuangan Digital, Trennya Positif!
Asisten Gubernur & Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih saat Webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021). (Istimewa)

AKURAT.CO  Bank Indonesia (BI), memprediksikan ekonomi dan keuangan digital akan terus menunjukkan tren positif hingga akhir 2021.

Asisten Gubernur & Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih, mengatakan hal ini didorong masyarakat yang sudah lebih menerima transaksi digital.

"Performa e-commerce, dan berkembangnya layanan pembayaran dari perbankan dan fintech mendorong tren positif ini," ujarnya saat Webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).

Ia mencatat sepanjang 2021 diprediksikan transaksi e-commerce akan meningkat 48,4 persen, atau sebesar menjadi Rp395 triliun. Selanjutnya penggunaan e-money atau uang digital juga meningkat pada 2021 dimana diprediksikan sebesar 35,7 persen atau sebesar Rp278 triliun. 

Kemudian transaksi digital banking hingga akhir 2021 diperkirakan bakal meningkat sebesar 30,1 persen atau senilai Rp35.600 triliun.

"E-commerce akan terus meningkat dengan fitur yang dihadirkan seperti payment yang lebih mudah. Sedangkan e-money meningkat pesat seperti meningkatnya penggunaan transaksi transportasi daring. Kami juga melihat peningkatan di digital banking," katanya.

Filianingsih menambahkan saat ini jenis pembayaran utama yang dipakai di Indonesia adalah digital payment perbankan. Dimana peningkatnya mencapai 60,25 persen year on year (YoY),  atau senilai Rp3.469 triliun 

E-money menempati posisi kedua yakni terjadi peningkatan 43,6 persen yoy  atau senilai Rp24,75 triliun.

Tak hanya itu pembayran model Quick Response Indonesia Standard (QRIS) juga mengalami peningkatan pesat dalam model pembayaran digital, yakni sebesar 163,5 persen (YoY) atau sebesar Rp2.13 tirliun.