Lifestyle

Saat Air Minum Kita Belum Bersih!

Masyarakat perlu memperhatikan kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari.


Saat Air Minum Kita Belum Bersih!
Ilustrasi diet air. (Independent.co.uk)

AKURAT.CO, Masyarakat perlu memperhatikan kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari. Apalagi jika air tersebut bersumber dari depot dan air kemasan. Dosen FK Unpad, Sri Yusnita Irda Sari, mengatakan bahwa masih banyak sumber air komersial tersebut yang belum terjamin kebersihannya.

Dengan sikap kritis para konsumen itu, para pengusaha akan memenuhi kewajibannya untuk menyediakan air yang sesuai dengan standar.

“Kalau mau beli setidaknya tanya, ada sertifikatnya nggak, kapan terakhir uji ke lab. Kalau berani lebih cerewet, pengusaha mau nggak mau memenuhi kewajiban memastikan kualitas air yang dijual itu karena takut kehilangan konsumen,” ujarnya dalam kelas jurnalis bertajuk 'Peran Media dalam Mengedukasi Masyarakat Mengenai Prilaku Hidup Bersih Melalui Pemahaman Air Minum Terstandarisasi' yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia yang dihadiri Akurat.co, Senin, (19/4/2021).

Diakui Sri, tak mudah untuk membedakan kualitasnya air yang sudah memenuhi standar atau tidak. Pada umumnya, masyarakat hanya bisa mengandalkan parameter fisik. Meski begitu, jika menemukan kejanggalan pada air yang dikonsumsi, masyarakat bisa langsung melaporkannya ke pihak berwenang.

Pemilik usaha depot air juga harus meninjau terkait pembersihan galon dan airnya bersih dan sesuai standar, mengingat teknologi pembersihan galon belum ada yang baru. Disisi lain, pemerintah pun dinilai harus turut andil untuk memastikan kebersihan air bagi masyarakat.

“Berkaitan dengan depot air minum, perlu kesadaran dari pihak pengusaha, kalau tidak berkualitas, dampak ke masyarakat bisa buruk. Pengawasan dari pemerintah, dan awareness dari masyarakat perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara, masyarakat yang ingin mengolah air bersih di rumah untuk dikonsumsi, salah satu cara yang efektif adalah direbus selama 3 menit sampai mendidih.

“Ini metode paling simpel walaupun tidak menghilangkan zat kimia. Ada juga filtrasi, menggunakan alat filtrasi sederhana, ada keramik, ada berlapis-lapis untuk rumah tangga, tapi belum terlalu populer,” imbuhnya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu