News

Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS


Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS
(Ilustrasi: cpns.link)

Bandung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berbagai bentuk penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu mudah percaya pada pihak tertentu yang menjanjikan posisi CPNS.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat meminta jangan mudah percaya tentang orang atau pihak tertentu yang menyatakan siap membantu mempermudah proses penerimaan CPNS dengan syarat menyerahkan sejumlah uang," kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir saat menanggapi adanya ratusan warga yang tertipu CPNS dan mendatangi Gedung Sate Bandung, beberapa waktu lalu, Bandung, Minggu (15/1).
Ia menuturkan, masyarakat bisa langsung mengecek kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tingkat kabupaten/kota dan provinsi jika ada informasi tentang rekrutmen CPNS.
"Bahkan kalau bisa oknum yang menjanjikan bisa merekrut CPNS itu dicek indentitasnya ke BKD. Jadi, kita tidak mudah dibohongin oleh oknum tersebut," kata dia.
Ia juga mendorong korban dan Pemprov Jawa Barat untuk melaporkan penipuan CPNS tersebut kepada polisi agar bisa diusut siapa "otak pelaku" dari kejadian tersebut.
"Kalau dilaporkan kepada polisi akan lebih mudah mengusutnya. Jadi, saya harap aparat berwajib bisa menelusurin permasalahan ini sehingga tidak lagi meresahkan masyarakat," ujar Syahrir.
Selain itu, lanjut dia, Komisi I DPRD Jawa Barat juga akan mengundang Pemprov Jabar dalam hal ini BKD Provinsi Jawa Barat terkait kasus penipuan CPNS yang korbannya mencapai 400 orang dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sebelumnya, pada Kamis (12/1) siang, sekitar 400 orang dari berbagai daerah mendatangi Gedung Sate Bandung, untuk mengikuti diklat CPNS namun setelah diselidiki mereka ialah korban penipuan rekrutmen CPNS yang dilakukan oleh sebuah ormas bernama Komando Bela Negara (Kobra).
Salah seorang korban penipuan, Dani Sukmana Mutaqiem menuturkan, kehadirannya bersama ratusan orang lainnya untuk mengikuti diklat yang tertunda sejak 2016.
Hingga saat ini, Deden mengaku tidak percaya menjadi korban penipuan CPNS karena proses yang dia lalui begitu meyakinkan, seperti melakukan diklat bersama ratusan orang lainnya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu