News

Masya Allah! Pasien RSUD Kelet Jepara Tercecer Hingga Halaman

Pasien di RSUD Kelet Jepara berhamburan lantaran ruang perawatannya penuh


Masya Allah! Pasien RSUD Kelet Jepara Tercecer Hingga Halaman
Pasien RSUD Kelet, Jepara tercecer hingga ke halaman.

AKURAT.CO  Sebuah video memperlihatkan pasien RSUD Kelet, Jepara, Jawa Tengah terlantar hingga keluar halaman rumah sakit.

Para pasien tak lagi mendapat ruang perawatan. Akibatnya, mereka tumpah ruah hingga lorong hingga teras RS tersebut. Video itu viral pada Selasa (22/6/2021) sore ini.

Baik anak-anak maupun orang tua semuanya tampak menjalani perawatan di luar ruangan.

Umumnya, pasien-pasien dan penunggunya menggunakan masker medis. Sebagian terbaring lemah, sebagian lagi duduk dengan wajah sayu.

"Jaga kesehatan, lur, lur (lur/sedulur=saudara, Red). Iki nok latar-latar (ini di pelataran-pelataran). Pasien nok latar-latar," kata perekam video itu dikutip, Selasa (22/6/2021). 

Ia tercengang melihat kondisi itu. Sebab, area luar RS itu telah penuh dengan pasien. Beruntungnya, mereka masih mendapat tempat tidur (TT) lengkap dengan infus yang digantung.

Tetapi, penampakan itu tentu membuat miris hati bagi yang melihatnya. 

Kondisi itu disebabkan lantaran ruang perawatan pasien di dalam RS sudah tak lagi bisa menampung lonjakan drastis pasien. Akibatnya, pasien membludak hingga ke halaman. 

"Masyaallah, Ya Allah. Nok Rumah Sakit (RSUD) Kelet, lur," kata perekam video itu. 

Seperti diketahui bahwa, Provinsi Jawa Tengah kini menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Bahkan, Di Jawa Tengah juga dijumpai varian baru Delta yang bermula di India. Varian itu disebut lebih ganas daripada varian induknya. 

Varian baru itu disebut cepat menular dan lebih mematikan para penderitanya.

Lonjakan kasus di Jawa Tengah itu pertama kali diketahui ada di Kabupaten Kudus.

Untuk mengendalikan penularan di masyarakat, pemerintah pusat bahkan memberi perhatian khusus terhadap lonjakan ini.

Beberapa pejabat bahkan pernah mendatangi wilayah itu. Baik Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri dan Ketua Satgas Covid-19 pusat. 

Bahkan terbaru, Ketua Tim Pakar yang juga juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito terpapar Covid-19 setelah melakukan kunjungan kerja ke Kudus.

Demi mencegah penularan Covid-19, masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang. 

Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jaga jarak juga mesti dibekali dengan pakai masker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak dikenal. 

Makanya, segala macam kegiatan yang bisa mengumpulkan orang dilarang selama pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini.

Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. 

Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal.Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing-masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co