Tech

Masuk ke Pasar Kelas Atas, Xiaomi Akan Saingi Apple

Stanton mencatat bahwa ponsel Xiaomi masih condong ke pasar massal, dengan harga jual rata-rata handsetnya 75% lebih murah daripada Apple


Masuk ke Pasar Kelas Atas, Xiaomi Akan Saingi Apple
Xiaomi telah menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia meski baru berumur 10 tahun (Tech App)

AKURAT.CO  Analis perusaan Canalys menyebut, bahwa Xiaomi adalah produsen smartphone terbesar kedua di kuartal kedua, menyalip Apple, menurut analis perusahaan Canalys. Karena, Xiaomi memiliki 17% pangsa pengiriman smartphone global, di depan Apple 14% dan di belakang Samsung 19%.

"Xiaomi sedang menumbuhkan bisnis luar negeri dengan cepat," kata Manajer Penelitian Canalys Ben Stanton dalam siaran persnya.

Mengutip dari cnbc, perusahaan asal Tiongkok ini memposting pertumbuhan pengiriman smartphone tahun-ke-tahun sebesar 83% versus 15% untuk Samsung dan 1% untuk Apple. Stanton mencatat bahwa ponsel Xiaomi masih condong ke pasar massal, dengan harga jual rata-rata handsetnya 75% lebih murah daripada Apple.

Tetapi, perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini ingin mendorong produknya untuk masuk ke pasar kelas atas. Awal tahun ini, ia meluncurkan Ultra MI 11, smartphone premium yang dimulai dengan harga 5.999 Yuan (sekitar Rp12 juta). 

Kisaran harga tersebut membuat Xiaomi menjadi penantang Apple dan Samsung di segmen premium. Disisi lain, rival domestiknya Oppo dan Vivo juga sedang berusaha menerobos masuk ke pasar kelas atas.

"Ini akan menjadi pertempuran yang sulit, dengan Oppo dan Vivo berbagi tujuan yang sama, dan keduanya bersedia menghabiskan besar pemasaran di atas garis untuk membangun merek mereka dengan cara yang bukan Xiaomi. Semua vendor berjuang keras untuk mengamankan pasokan komponen di tengah kekurangan global, tetapi Xiaomi sudah memiliki pandangannya pada hadiah berikutnya: Menggusukkan Samsung untuk menjadi vendor terbesar di dunia," kata Stanton.

Xiaomi telah mendapat manfaat dari perjuangan Huawei. Huawei pernah menjadi pemain smartphone terbesar di dunia, tetapi A.S. Sanksi dan aturan memangkas perusahaan Cina tersebut dari pasokan perangkat lunak dan chip. Ini tentu menyebabkan penjualannya terjun.

Selaun itu, Xiaomi juga berencana untuk membuat tetobosan baru. Pada bulan Maret lalu contohnya, perusahaan teknologi mengumumkan rencana untuk meluncurkan bisnis kendaraan listrik dan berinvestasi $ 10 miliar selama 10 tahun ke depan.