Olahraga

Masuk Grup Neraka, Gregoria: Saya Mau Berjuang Hingga Pertandingan Terakhir

Masuk Grup Neraka, Gregoria: Saya Mau Berjuang Hingga Pertandingan Terakhir
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska (PBSI)

AKURAT.CO, Gregoria Mariska Tunjung buka suara soal hasil undian fase grup BWF World Tour Finals 2022 yang membuat dirinya berada di grup yang sangat sulit atau bisa dibilang grup ‘neraka’. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia itu berjanji akan berjuang sampai laga terakhir dalam turnamen penutup BWF yang akan digelar pada 7-11 Desember tersebut.

Sesuai dengan undian yang dilakukan di Bangkok, Thailand pada Senin (5/12) malam, Gregoria tergabung di Grup A BWF World Tour Finals 2022. Ia berada di grup yang sama dengan unggulan pertama Chen Yufei (China) dan An Se Young (Korea) serta Akane Yamaguchi (Jepang) selaku penghuni nomor satu dan dua dunia dalam peringkat BWF.

Gregoria menyadari bahwa ia masuk dalam grup yang berat. Pun demikian, pebulutangkis asal Wonogiri, Jawa Tengah itu pantang takut dan mengaku sudah mengantongi kekuatan calon-calon lawannya.

baca juga:

"Di tahun ini saya sudah pernah bertemu dengan mereka semua dan semuanya sulit, begitu juga dengan pertandingan nanti. Jadi saya mau fokus ke tiga pertandingan di grup dan coba untuk fight dari pertandingan awal," ucap Gregoria dalam rilis resmi PP PBSi, Selasa (6/12).

"Seandainya hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, saya mau berjuang hingga pertandingan terakhir. Fase grup kan tidak sekali kalah langsung gugur.”

Meski begitu, pemain jebolan PB Mutiara Cardinal Bandung itu juga mengatakan tetap akan ada penyesuaian pola main yang berbeda dengan sebelumnya mengingat kondisi lapangan yang berangin.

"Kondisi lapangan di sini agak berangin, berbeda dengan saat pertemuan terakhir saya dengan mereka di turnamen sebelumnya jadi pasti ada perubahan permainan walau mungkin tidak banyak," terang Gregoria.

"Saat pertandingan saya akan coba menyeimbangkan dulu pola permainan mereka.”

Sementara itu, Herli Djaenudin selaku pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI, juga enggan begitu mempermasalahkan hasil undian Gregoria yang pahit. Dia bahkan menyebut situasi tersebut bisa menjadi sebuah keuntungan bagi anak asuhnya. 

"Bagi saya tidak masalah, Grego mau bertemu siapapun karena terus terang bebannya ada di mereka, bukan di Grego. Grego datang dengan nothing to lose, harusnya ini menjadi keuntungan dia untuk bisa bermain lepas, habis-habisan dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat kejutan," tutur Herli.

"Saya berharap grafik penampilan dia yang sedang meningkat bisa dijaga di turnamen penutup ini," ujar Herli.

Herli menuturkan bahwa apa yang Gregoria dapatkan di akhir tahun ini karena mental dan kepercayaan dirinya sudah kembali. Faktor komunikasi mengambil peranan penting dalam hal ini.

"Terutama komunikasi saya dengan Grego juga dengan Kak Rionny (Mainaky), bagaimana kami terus memotivasi dia, mengingatkan dia bahwa apa yang dia dapat di akhir tahun ini karena mentalitas dia yang semakin percaya diri dan latihan yang tambah semangat," tegas Herli.[]