Lifestyle

Masuk Angin Bukan Penyakit, Ini Penjelasannya

Masuk angin tidak ada dalam ilmu kedokteran. Dalam istilah kedokteran, kumpulan gejala ini disebut myalgia. Dan kerokan pun tidak bisa menyembuhkan ini.


Masuk Angin Bukan Penyakit, Ini Penjelasannya
Ilustrasi seseorang yang sedang masuk angin

AKURAT.CO, Masuk angin adalah sebutan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi badan yang sedang tidak sehat tanpa mengetahui penyebabnya. Ya, seseorang yang masuk angin biasanya akan merasakan badan pegal-pegal, sakit kepala, batuk, pilek dan nyeri otot. Namun, istilah penyakit masuk angin sebenarnya tidak ada dalam ilmu kedokteran. 

Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan masuk angin?

Masuk angin adalah kumpulan gejala awal suatu penyakit. Dalam istilah kedokteran, kumpulan gejala ini disebut sebagai myalgia, atau kondisi pegal-pegal pada otot yang dialami oleh tubuh. Umumnya, masuk angin terjadi saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah. 

Misalnya, kamu merasakan pusing, batuk dan pilek. Itu bukan masuk angin, melainkan gejala penyakit flu. Nyeri otot atau pegal, itu biasanya disebabkan karena kamu kelelahan dan kurang istirahat. Sedangkan perut kembung adalah gejala dari masalah pada pencernaan. Artinya, untuk mengatasi kondisi ini, kamu harus menyembuhkannya sesuai dengan gejalanya. 

Apabila merasakan gejala pilek, flu, batuk, dan radang tenggorokan, kamu bisa mengatasinya dengan meminum teh jahe atau kencur yang dicampur madu. Sementara, masuk angin yang merujuk pada perut kembung bisa diredakan dengan obat penetral asam lambung. 

Namun, masyarakat Indonesia lebih suka mendiagnosa dirinya masuk angin dan memilih pengobatan dengan cara kerokan. Kamu mungkin merasa kerokan lebih manjur dan murah dibandingkan mengonsumsi obat-obatan. Kerokan memang hanya membutuhkan koin dan minyak, untuk digosokkan ke permukaan kulit. 

Kulit yang dikerok akan berubah menjadi warna merah gelap. Itu bukan pertanda angin dari dalam tubuh sudah keluar, melainkan pembuluh kapiler di kulit sudah pecah. 

Lalu, mengapa seseorang yang masuk angin merasa sembuh setelah dikerok?

Banyak orang mengaku tubuhnya menjadi jauh lebih nyaman setelah dikerok, Bahkan tak sedikit pula yang mengaku sembuh. Namun, benarkah demikian?

Dalam buku Kontroversi 101 Mitos Kesehatan (2012) karya dr. Florentina R. Wahjuni, dijelaskan bahwa kerokan tidak membantu menyembuhkan masuk angin. Ya, ilmu kedokteran tidak melihat adanya hubungan antara kerokan dengan gejala yang dirasakan.

Pasalnya, kerokan umumnya dilakukan di punggung, dan tidak ada hubungannya dengan gejala yang dirasakan di tubuh lain. Selain itu, kerokan hanya akan membuat pori-pori kulit menjadi lebar. Hal itu pun dinilai tidak memiliki pengaruh apapun dengan gejala yang dirasakan. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh sugesti atau pikiran. Ya, kamu mungkin meyakini akan sembuh setelah dikerok.Dilansir laman Psychology Today, ada banyak penelitian ilmiah memperlihatkan pasien sembuh dengan sugesti berupa hipnoterapi.

Namun, secara medis hal ini masih sulit diterima. Para ahli menyebut bahwa sugesti hanya membuat pikiran pasien menjadi rileks dan optimis. Sehingga pasien merasa lebih nyaman.  Jadi, bisa dikatakan bahwa kerokan sebenarnya hanya mengalihkan rasa sakit yang diderita pasien, tetapi tidak bisa mengobati penyakit itu. Secara medis, kerokan hanya akan membuat aliran darah menjadi lancar sehingga tubuh menjadi lebih segar.[]