Rahmah

Masjid Sultan Suriansyah, Tempat Ibadah Bersejarah Tertua di Kalimantan Selatan

Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin merupakan masjid terbesar di Kalimantan Selatan.


Masjid Sultan Suriansyah, Tempat Ibadah Bersejarah Tertua di Kalimantan Selatan
Masjid Sultan Suriansyah (Cagarbudaya.Kemendikbud)

AKURAT.CO Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin. Masjid yang terletak di Jalan Alalak Utara RT 5, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. 

Masjid ini persis berada di sebelah Sungai Kuin dan berjarak 500 meter dari makam Sultan Suriansyah. Sehingga para wisatawan yang berkunjung ke masjid ini selalu menyempatkan ziarah ke makam Sultan Suriansyah.

Karena letaknya di tepi Sungai Kuin, kita bisa melihat masjid tertua di Kalimantan ini dengan menggunakan angkutan air, seperti bus air, longboat, maupun speedboat. Lebih mudah lagi bagi pengunjung yang menggunakan jalur darat yang persis melewati tepi masjid.

Menurut catatan sejarah, masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Sebelumnya, suku Banjar menganut agama Hindu, namun sejak mereka memeluk Islam, kemudian diperlukan tempat ibadah berupa masjid yang memadai untuk menampung jamaah.

Meskipun masjid ini dikenal sebagai masjid tua, akan tetapi bangunan yang berukuran 26,1 x 22,6 meter ini mempunyai atap yang masih asli, hanya saja puncaknya mengalami perbaikan dan perubahan yaitu diganti dalam bentuk kubah. Kendati demikian, wujud asli pada atap yang berbentuk tumpat empat masjid bisa dilihat secara jelas. 

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud (2016), ciri atap meru dipasang di Masjid Sultan Suriansyah, yakni memiliki atap bertingkat sebagai simbol bangunan terpenting di kawasan tersebut.

Bentuk atap yang besar dan dominan, memberikan kesan ruang di bawahnya merupakan ruang suci (keramat) yang biasa disebut cella.

Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella (ruang keramat). Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.

Bagian dalam bangunan masjid terdapat sebuah mimbar terbuat kayu ulin. Mimbar masjid tersebut dihiasi dengan tulisan kaligrafi yang indah.

Menurut SK Menteri PM.27/PW.007/MKP/2008, pada 23 Mei 2008 Masjid Suriansyah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.[]