Ekonomi

Masih Sulit Dapat Pembiayaan, Ternyata UMKM Banyak Tak Punya Rekening Bank

Aviliani mengatakan saat ini masih banyak permasalahan UMKM untuk mendapatkan akses pembayaran.


Masih Sulit Dapat Pembiayaan, Ternyata UMKM Banyak Tak Punya Rekening Bank
Ekonom senior INDEF, Aviliani (akurat.co)

AKURAT.CO Ekonom senior INDEF, Aviliani mengatakan saat ini masih banyak permasalahan UMKM untuk mendapatkan akses pembayaran.

Menurutnya saat ini UMKM dikategorikan dari dua jenis usia, yakni Baby Boomers, dan Milenial. Dan saat ini UMKM yang dimiliki milenial mampu bertahan dan berkembang karena mengikuti perubahan perilaku masaryakat serta mampu menjual nilai tambah pada produksinya.

Aviliani sendiri menyoroti bahwa UMKM yang dimiliki oleh para baby boomers rata-rata sangat sulit naik kelas karena sulitnya mereka masuk kedalam zona ekonomi digital yang sedang trend saat ini.

baca juga:

Pertama masalah yang sering dihadapi yakni tidak memisahkan kekayaan pribadi dan usaha sehingga pengaturan keuangan cenderung masih buruk. Serta belum memiliki pembukuan yang baik terkait dengan usaha dimana menghambat mereka untuk berkembang.

Selain itu Aviliani juga mencatat masih ada UMKM yang belum menggunakan rekening bank untuk transaksi penjualan, sehingga rekam jejak usahanya tak terdeteksi sehingga menyebabkan susahnya akses ke pengkreditan usaha.

"Ada culture takut uang hilang, meski susah ada inklusi keuangan ini sebenarnya masih ada PR di Indonesia, untuk itu berbagai produk keuangan tetap masih butuh sosialisasi," kata Aviliani saat webinar bersama Akurat.co dengan tema 'UMKM Go Digital: Akselerasi Pertumbuhan dengan Melek Pembayaran Digital melalui QRIS dan Akses Permodalan' di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Kemudian Aviliani mengatakan UMKM baby boomers cenderung kurang inovatif dan kreatif sehingga tak mampu membaca pasar.

"Inovasi agak rendah, ketika ditanya pasarnya siapa dia tak tahu, ini problem utama memang bagi mereka," ucapnya.

Usahanya juga masih pada tingkat subsistem level, artinya sulit untuk naik kelas, selama pemilik UMKM merasa masih mampu menghidupi kebutuhan sehari-hari maka tak ingin melakukan ekspansi.