News

Korupsi Tanah Munjul, KPK Perpanjang Masa Penahanan Yoory Pinontoan

Yoory diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut


Korupsi Tanah Munjul, KPK Perpanjang Masa Penahanan Yoory Pinontoan
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri (Antara Foto)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC) selama 20 hari kedepan.

Penahanan untuk kepentingan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Tim , Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019

Yoory telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat tersangka lain. Dan kini Yoory menghuni Rutan KPK di PomdamJaya Guntur. 

“Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka YRC selama 40 hari terhitung mulai 16 Juni 2021 sampai dengan 25 Juli 2021 di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur,” kata pelaksana tugas (Plt), juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Ali mengatakan, saat ini penyidikan masih berlangsung. Penyidik KPK masih mengumpulkan bukti-bukti. Tim penyidik KPK masih melakukan pemanggilan saksi-saksi.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah mantan Direktur Utama (Dirut) Prumda Pembangunan Sarana Jaya YRC, Diretur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe, dan menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi. dan terakhir Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar.

Kasus ini bermula dari adanya kesepakatan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di Kantor Perumda Pembangunan Sarana Jaya di hadapan notaris antara pihak pembeli yakni Yoory C Pinontoan selaku Dirut dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja Runtunewe, sebagai Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.  Penandatangan ini terjadi pada 8 April 2019.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan, akibat perbuatan para tersangka itu negara mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 152,5 miliar.

Yoory dan kawan-kawan diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal-55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana. []

Bayu Primanda

https://akurat.co