News

Masih Ingat Karna Wijaya? Kini Dijatuhi Sanksi Etik UGM Terkait Insiden Ade Armando

Sanksi etik yang diberikan kepada Karna berupa kewajiban meminta maaf secara tertulis via media massa arus utama nasional.

Masih Ingat Karna Wijaya? Kini Dijatuhi Sanksi Etik UGM Terkait Insiden Ade Armando
Dosen UGM Karna Wijaya usai dimintai keterangan oleh rektorat dan dekan FMIPA di Balairung UGM, Sleman, Senin (18/4/2022). (AKURAT/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Dosen FMIPA UGM Karna Wijaya dikenai sanksi setelah oleh kampusnya dinilai terbukti melanggar kode etik lewat unggahannya di media sosial terkait peristiwa pengeroyokan pegiat medsos sekaligus Dosen UI Ade Armando di depan Gedung MPR/DPR, Senin (11/4/2022) lalu.

Sanksi itu dikenakan lewat Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1843/UN 1.P/KPT/DSDM/2022 yang ditandatangani Ova Emilia selaku Rektor UGM, 19 Juli 2022.

"Sanksi etik dalam Keputusan Rektor ini telah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Kehormatan Universitas melalui Keputusan Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada Nomor 1 Tahun 2022 pada tanggal 17 Juni 2022," kata Ova dalam keterangan resmi UGM, Rabu (3/8/2022).

baca juga:

Sanksi etik yang diberikan kepada Karna berupa kewajiban meminta maaf secara tertulis via media massa arus utama nasional paling lambat 14 hari sejak Keputusan Rektor ini berlaku efektif. Karna juga diminta tidak mengulangi perbuatan serupa.

Karna juga dinyatakan tak berhak menerima hibah penelitian yang diberikan fakultas ataupun kampus selama 2 semester.

"Yang bersangkutan juga akan mengikuti program pembinaan pegawai yang dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM. Jika nanti terbukti tidak melaksanakan sanksi etik sebagaimana tersebut maka akan dijatuhi sanksi yang lebih berat," tulis Ova.

Dewan Kehormatan UGM turut merekomendasikan Karna Wijaya untuk dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang, sehingga Rektor UGM memutuskan agar pemeriksaan disiplin yang bersangkutan ditangani oleh Tim Pemeriksa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Proses pengusulan dan pendampingan pemeriksaan disiplin tersebut rencananya difasilitasi oleh UGM dalam hal ini Direktorat SDM.

Karna Wijaya menjadi sorotan publik usai sempat melontarkan olokan terhadap Ade Armando yang jadi korban penganiayaan saat demonstrasi menolak perpanjangan masa jabatan presiden di depan kantor MPR/DPR, Jakarta beberapa waktu lalu.

Setelah dimintai keterangan oleh rektor dan Dekan FMIPA, Karna mengaku cuma bercanda mengomentari insiden pengeroyokan Ade.[]