News

Masih Emosi! Korut Lepaskan 130 Peluru Artileri, Balas Latihan Militer Korsel-AS

Masih Emosi! Korut Lepaskan 130 Peluru Artileri, Balas Latihan Militer Korsel-AS
Beberapa peluru Korut mendarat di zona penyangga dekat perbatasan laut, yang menurut Seoul merupakan pelanggaran terhadap perjanjian antar-Korea (AFP)

AKURAT.CO  Dalam ketegangan Semenanjung Korea yang semakin berlanjut, Korea Utara (Korut) melepaskan lebih dari 130 peluru artileri ke laut lepas pantai timur dan baratnya. 

Pyongyang mengonfirmasi langsung langkah tersebut, menyebut penembakan terjadi pada Senin (5/12), usai Korut mendeteksi adanya latihan militer yang melintasi perbatasan di Korea Selatan (Korsel).

Beberapa peluru Korut mendarat di zona penyangga dekat perbatasan laut, yang menurut Seoul merupakan pelanggaran terhadap perjanjian antar-Korea 2018 yang dirancang untuk mengurangi ketegangan.

baca juga:

Sebagai tanggapan, militer Korsel langsung mengirim beberapa komunikasi peringatan ke Korut, kata kementerian pertahanan negara itu dalam sebuah pernyataan.

Pada awalnya, Korut tidak segera melaporkan tembakan artilerinya, meski telah melakukan peningkatan jumlah kegiatan militer, termasuk peluncuran rudal dan latihan oleh pesawat tempur dan unit artileri.

Kantor berita negara KCNA, mengutip juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korea, mengatakan bahwa militer Korut meluncurkan penembakan setelah mendeteksi apa yang mereka sebut sebagai 'lusinan proyektil'. Proyektil-proyektil ini, menurut KCNA, ditembakkan di Korsel dekat wilayah perbatasan kedua negara.

Dalam tanggapannya, Korut pun menganggap penembakannya sebagai balasan dari aksi provokatif dari latihan militer Korsel.

"Musuh harus segera menghentikan tindakan militer yang menyebabkan peningkatan ketegangan di daerah dekat garis depan di mana pengawasan visual dimungkinkan," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya, memperingatkan bahwa Korut akan menanggapi dengan tegas dan dengan tindakan militer yang luar biasa terhadap setiap provokasi.

"Kami dengan tegas memperingatkan musuh untuk tidak menimbulkan eskalasi ketegangan yang tidak perlu di sepanjang garis depan," tambah juru bicara tersebut, sebagaimana dikutip Reuters.

Pada Senin, Seoul dan Washington sedang melakukan latihan menembak di darat, di dekat perbatasan di Kabupaten Cheorwon di tengah semenanjung. Latihan keduanya akan dilanjutkan pada hari Selasa.

Tahun ini, AS dan Korsel memutuskan untuk makin meningkatkan latihan militer mereka, mengatakan bahwa latihan tersebut diperlukan guna menghalau Korut yang bersenjata nuklir. Diketahui, sepanjang tahun ini, Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba senjata, dengan intensitas tinggi. New York Times pada Senin hari ini, mengungkap bagaimana negara itu telah meluncurkan setidaknya 85 rudal pada tahun ini. Penembakan itu lebih banyak dari tahun sebelumnya, di mana pada Rabu pekan lalu saja, Korut meluncurkan hingga 23 rudal.

Tahun ini, Korut juga melanjutkan pengujian rudal balistik antarbenua jarak jauhnya, yang mana ini menjadi pertama kalinya sejak 2017. Pyongyang pun disebut-sebut tengah membuat persiapan untuk melanjutkan uji coba nuklir.

Di sisi lain, Korut yang geram, terus mengkritisi latihan militer gabungan AS-Korsel, menudingnya sebagai bukti 'kebijakan bermusuhan' dari Washington dan Seoul.

Sementara itu, Perjanjian Militer Komprehensif (CMA) 2018 menjadi kesepakatan paling substantif, yang dihasilkan dari pertemuan berbulan-bulan antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden Korsel saat itu Moon Jae-in. Namun, dengan pembicaraan yang lama terhenti, latihan baru-baru ini dan unjuk kekuatan kedua negara di sepanjang perbatasan yang berbenteng, telah menjadi faktor akan keraguan tentang masa depan CMA.

Korsel menuduh Korut berulang kali melanggar perjanjian dengan latihan artileri tahun ini, termasuk satu hari di pertengahan Oktober di mana Pyongyang menembakkan hingga lebih dari 500 artileri ke laut.[]