Ekonomi

Masih Boros? Bisa Coba Nih, Cara Hempas Perilaku Konsumtif Kamu!

Tanpa disadari perilaku konsumtif akan menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi sebuah karakteristik seseorang yang akan sulit diubah


Masih Boros? Bisa Coba Nih, Cara Hempas Perilaku Konsumtif Kamu!
Ilustrasi perilaku konsumtif yang doyan belanja. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Gaya hidup modern saat ini sering diasumsikan sebagai gaya hidup konsumtif yang hanya menghamburkan uang. Apakah benar seperti itu?

Perubahan zaman yang semakin maju dan modern tentunya mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Sebenarnya, gaya hidup modern merupakan kebiasaan atau pola tingkah laku terbaru sehari-hari manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Seperti hidup dengan lebih menghargai waktu, terbuka terhadap perkembangan dan perubahan teknologi, hingga belajar hal-hal baru. Memang tidak sedikit gaya hidup modern ini ditandai juga dengan gaya hidup konsumtif, mewah, individualis, ataupun semua yang serba instan.

Tanpa kita sadari perilaku konsumtif akan menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi sebuah karakteristik seseorang yang akan sulit diubah.  

Akan tetapi kita tidak perlu cemas, semua ini masih bisa diatasi dengan mengutamakan apa yang menjadi bahan pokok kebutuhan primer (kebutuhan sehari-hari) dari pada kebutuhan sekunder (barang-barang yang diinginkan).

Untuk mengubah pola hidup konsumtif masih bisa dirubah dan diperbaiki selama masih ada keinginan, kemampuan, semangat dan usaha untuk mengendalikan diri dan menghindari dari perilaku konsumtif.

Nah, berikut ini cara mengatasi perilaku konsumtif yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Susun kebutuhan prioritas

Langkah awal untuk menjauhi gaya hidup hedon adalah dengan menyusun daftar kebutuhan prioritas. Buatlah daftar prioritas tersebut kemudian tanamkan dalam pikiran bahwa kamu harus lebih memprioritaskan hal tersebut daripada lainnya.

Jadi ketika timbul hasrat membeli sesuatu di luar kebutuhan, kamu bisa lebih berpikir panjang, apakah barang tersebut masuk daftar prioritas kebutuhan atau hanya keinginan belaka.

2. Berpikir realistis

Jika kamu membeli barang yang didasarkan pada keinginan tanpa memahami betul apa kebutuhannya, itu merupakan perilaku konsumtif.

Membeli barang hanya berdasarkan hasrat atau keinginan tanpa tidak tahu kebutuhannya akan menghabiskan uang kamu. Jika ingin membeli barang sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apakah barang tersebut merupakan kebutuhan kamu atau tidak.

3. Menabung

Meski tampak sederhana, namun tidak semua orang bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung, apalagi mereka yang bergaya hidup konsumtif. diakui atau tidak, banyak yang belum menyadari akan pentingnya menabung.

Sekadar kesadaran mungkin sudah ada, tetapi belum terealisasi secara terus menerus.

Bagaimana bisa menabung jika gaji saja kecil? Menabung tidak harus dalam jumlah banyak. Namanya juga menyisihkan sebagian, maka dana tabungan bisa diambil sebesar 5% atau 10% dari gaji.

Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, tentu nilai tabungan akan semakin banyak, sehingga bisa menjadi dana cadangan ketika memiliki kebutuhan mendadak.

4. Kurangi cuci mata

Jalan-jalan atau cuci mata kini tidak hanya bisa dilakukan di mal. Semenjak pandemi ini godaan belanja online jauh lebih besar karena tidak butuh effort banyak saat belanja.

Tapi justru hal ini bisa memicu gaya hidup hedon, niat awalnya hanya sekedar cuci mata virtual, banyak lho yang berakhir dengan checkout belanjaan. Sebenarnya boleh saja belanja online, asalkan barang tersebut merupakan kebutuhan bukan sekedar iseng dibeli karena lucu atau diskon.

5. Beramal atau bersedekah

Cara yang satu ini memang terlihat religi, namun tidak kalah ampuh untuk mengubah perilaku konsumtif. Dengan beramal dan bersedekah berarti kamu telah berbagi dengan orang-orang lain yang membutuhkan. Dari segi mental, berbagi dengan orang lain akan memberikan kamu perasaan bahagia dan nyaman sehingga dapat lebih mengendalikan keinginan untuk hidup hedon.[]