Ekonomi

Masifnya Perkembangan Pinjol, OJK : 'Boleh Minjam Asal Resmi dan Sesuai Kemampuan' '

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa masih banyak dari para masyarakat terjebak oleh pinjaman online Illegal

Masifnya Perkembangan Pinjol, OJK : 'Boleh Minjam Asal Resmi dan Sesuai Kemampuan' '
Ilustrasi pinjaman (pexels/Ahsanjaya)

AKURAT.CO Pinjaman Online dalam perkembangannya saat ini sangatlah masif, namun sayangnya belum diimbangi dengan edukasi yang memadai kepada masyarakat sehingga menimbulkan berbagai efek/resiko yang muncul dari banyaknya macam pinjaman online dan masih banyaknya ditemukan perusahaan penyelenggara yang tidak terdaftar atau ilegal. 

Melihat hal tersebut Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa masih banyak dari para masyarakat terjebak oleh pinjaman online yang tak resmi (Illegal) hal tersebut disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang belum paham perbedaan izin mendirikan usaha dan izin kegiatan usaha.

"Jadi izin untuk perusahaan berdiri dan izin untuk melakuan kegaitan di sektor jasa keuangan itu berbeda ya. Kadang-kadang masyarakat kita salah, oh dia punya izin untuk medirikan perusahaan padahal itu beda dengan izin untuk melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan. Jadi itu yang sering misslead," ucapnya dalam webinar bertajuk Sehat Kelola Dana Dengan Fasilitas Pinjol dan Uang Digital di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

baca juga:

Dia mengatakan, jika pengguna merasa ragu terhadap aplikasi pinjol, bisa lebih dulu mengecek daftar yang dirilis OJK. Atau bisa juga menghubungi narahubung OJK. Untuk diketahui, OJK bisa dihubungi melalui kontak 157. Atau dengan pesan WhatsApp di 081157157157.

Selain itu, lanjutnya, konsumen perlu bijak dalam mengambil pinjaman. Artinya, tidak berlebihan dan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan.

"Jadi harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita punya juga untuk meminjam, sebab ketika pinjaman semakin besar, begitu juga dengan beban yang harus ditanggung. Risikonya akan semakin besar, bahkan ujung-ujungnya malah menjual aset," pesannya.

Menurut data yang kita peroleh sampai bulan Juni 2022, tambahnya, sudah tercatat lebih dari 5.000 penindakan terhadap investasi pinjaman online, hingga gadai ilegal. Di mana Satgas Waspada Investasi telah menutup 1.130 penawaran investasi ilegal. Kemudian, menutup 4.089 pinjol ilegal, dan menutup 165 gadai ilegal.

"Transaksi digital memang sudah memudahkan hidup kita, tetapi banyak sekali kemudian banyak kasus-kasus, OJK bersama K/L kita punya Satgas Waspada Investasi yang untuk memberantas pelaku-pelaku usaha yang ilegal," tegasnya.