News

Masa Pandemi, Milenial Dituntut Harus Cerdas Kelola Keuangan

Kementerian Kominfo mengedukasi milenial tentang Perencanaan Keuangan Milenial di Masa Pandemi.


Masa Pandemi, Milenial Dituntut Harus Cerdas Kelola Keuangan
Resolusi keuangan tahun 2021 (burst.shopify.com)

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi generasi milenial untuk menata ulang dan mengevaluasi gaya hidup serta kondisi keuangannya. Maka dari itu, Kementerian Kominfo mengedukasi milenial tentang Perencanaan Keuangan Milenial di Masa Pandemi.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary menyampaikan, bahwa generasi milenial dewasa ini sangat akrab dengan financial technology (fintech). Sebesar 66,38 persen lender berusia 19-34 tahun dan sebesar 67,19 persen borrower juga berusia 19-34 tahun.

"Berdasarkan data yang ada, generasi milenial dengan usia 26-35 tahun lebih mendominasi pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jadi tidak hanya pengeluaran yang konsumtif, tetapi generasi saat ini sudah memikirkan masa depan dengan melakukan konsumsi yang produktif", ujar Septriana secara virtual.

Selain itu, Koordinator Sub Direktorat Perekonomian I Kemenkominfo, Eko Slamet Riyanto mengatakan bahwa saat ini, sudah memasuki era masyarakat digital (digital society). Era masyarakat digital adalah realitas hidup di abad 21 dimana manusia dalam berbagai sektor kehidupannya tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

"Pandemi Covid-19 mendorong kita semua untuk menerapkan budaya cashless. Berdasarkan data Bank Indonesia, selama bulan Desember saja nilai transaksi uang elektronik meningkat 30,44% dengan nilai transaksi digital mencapai Rp2.775,5 triliun," ujarnya.

Kepala Bagian Informasi Otoritas Jasa Keuangan OJK, Anugrah Sutejo menuturkan terdapat dua upaya OJK untuk melindungi konsumen dan masyarakat. Pertama melalui upaya preventif dengan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat, biaya, dan risiko layanan keuangan.

"Kedua melalui upaya kuratif dengan melakukan penanganan pengaduan dari masyarakat," kata Sutejo.

Ada juga dari District Manager Linkaja Bandung, Ida Pratita yang mengatakan literasi keuangan penting untuk memberi pemahaman dalam mengelola keuangan.

"Selain itu, juga dapat membantu untuk mengambil keputusan menabung dan berinvestasi untuk mencapai kesejahteraan finansial," paparnya.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co