News

Masa Jabatan Anies Mau Kelar, Program OKE OCE yang Lama Tak Terdengar Kembali Diungkit

Gembong mengaku pesimis Anies bisa mengejar ketertinggalan program ini hanya dalam jangka waktu setahun kerja.


Masa Jabatan Anies Mau Kelar, Program OKE OCE yang Lama Tak Terdengar Kembali Diungkit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengungkit program wirausaha dan pembukaan lapangan kerja lewat program OKE OCE yang yang pernah dijanjikan Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017 silam.

Menurut Gembong, program OKE OCE merupakan salah satu janji yang masih gagal direalisasikan hingga di penghujung masa jabatan Anies Baswedan memimpin Ibu Kota. Anies Baswedan diketahui akan purna jabatan pada 2022 mendatang. 

"200 ribu usaha baru OKE OCE (belum terealisasi) karena rohnya dibawah Sandiaga Uno, ya ilang," kata Gembong ketika dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Gembong mengaku pesimis Anies bisa mengejar ketertinggalan program ini hanya dalam jangka waktu setahun kerja. Program yang dijanjikan itu diyakini Gembong  tidak akan tuntas hingga masa jabatan Anies Baswedan.  

"Enggak mungkin selesai tahun 2022. 200 ribu usahawan baru selama lima tahun itu dahsyat, saya tagih  itu. Kalau itu diselesaikan pak Anies saya acungin jempol, tuturnya., 

Dari pada mengejar program OKE OCE yang sukar direaliasikan, Gembong meminta agar Anies Baswedan fokus membereskan program lainnya yang juga belum juga tuntas dikerjakan, misalnya penanganan banjir yang hingga saat ini masih terus-terusan merendam Jakarta. 

"Pak Anies harus memilih skala prioritas janji yang gemborkan pada masyarakat seperti pengentasan  banjir. Karena bahasanya pak Anies kan luar biasa. Air itu sunnatullah dari atas masukan ke perut bumi," tegasnya. 

Di luar perkara banjir, Gembong juga mengungkit janji Anies Baswedan soal pengadaan hunian murah meriah bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah lewat program Rumah DP Nol Rupiah. Gembong bilang janji ini  juga gagal terealisasi, sebab  pada kenyataannya rumah dijanjikan itu justru dijual pada masyarakat berpenghasilan maksimal Rp14 juta per bulan. 

"Kemudian mengenai perumahan, dia menjanjikan oleh warga kecil, warga miskin untuk memiliki rumah sendiri dgn DP nol rupiah itu janji yang bombastis luar biasa. Rakyat miskin loh yang dijanjikan, gaji 14 juta apa benar rakyat miskin?," katanya lagi. 

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu