Ekonomi

Marzuki Alie: Bailout Century Gaduh se-Indonesia, Jiwasraya Malah Tenang-tenang Saja


Marzuki Alie: Bailout Century Gaduh se-Indonesia, Jiwasraya Malah Tenang-tenang Saja
Mantan Ketua DPR periode 2009-2014, Marzuki Alie (screencapture Twitter)

AKURAT.CO Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai kasus skandal Asuransi Jiwasraya yang bakal di-bailout Rp20 trilun sebenarnya setara dengan kerugian kasus Bank Century pada beberapa tahun silam.

Menurutnya, perbedaannya yang paling terlihat adalah skandal Jiwasraya tak seramai Bank Century yang sempat menghebohkan masyarakat hingga ke seluruh penjuru Indonesia. Lebih paranya lagi, katanya, dana bailout Jiwasraya malah bersumber dari APBN, sedangkan Bank Century tidak dari APBN.

Untuk itu, ia mengatakan pemerintah harus mengejar para koruptor skandal Jiwasraya.

"Century ditalangi Rp6,7 T, + untuk MK Rp1,3 T = Rp8 T, dijual Rp4,45 T. Rugi Rp3,55 T. Sumber dari surplus dana LPS, modal awal Rp4 T, saat bailout Rp18 T. Bukan APBN. Kasusnya gaduh se-Indonesia raya. Ini mau bailout Rp20 T dari APBN, kira-kira waras enggak kalau tenang-tenang saja. Harusnya dikejar korupsinya," tulisnya lewat akun Twitter @marzukialie_MA yang dikutip Akurat.co, Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Sebelumnya, mengutip pemberitaan CNBC Indonesia, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menolak keras rencana pemerintah menyuntikkan uang negara bagi penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2021 melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp20 triliun.

"Skandal Jiwasraya ini jelas 'perampokan', atau skandal korupsi secara terstruktur dan sistematis. Jadi tidak selayaknya untuk di-bailout menggunakan uang negara, uang rakyat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2020).

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini menegaskan, yang seharusnya dilakukan adalah upaya memburu aset-aset yang 'dirampok' dan dikorupsi, serta dikembalikan untuk membayar klaim nasabah.

Sebagaimana diketahui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemerintah menyiapkan bantuan kepada BUMN sebesar Rp 37,38 triliun yang masuk dalam postur RAPBN 2021 berbentuk pembiayaan investasi.

Secara lebih rinci, terdapat anggaran sebesar Rp20 triliun untuk membantu penyelesaian klaim Asuransi Jiwasraya pada 2021, di mana anggaran ini ditetapkan dalam bentuk PMN pada Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Bahana, induk Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan.