Ekonomi

Ma'ruf Amin Sebut China Persulit Sarang Burung Walet Indonesia untuk Masuk

Ma'ruf Amin Sebut China Persulit Sarang Burung Walet Indonesia untuk Masuk
Ilustrasi Sarang Burung Walet (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin meminta kepada para pelaku industri sarang burung walet (SBW) agar menginventarisasi masalah-masalah hambatan ekspor yang ada secara detail dan segera menyampaikannya kepada pemerintah.

Hal itu diutarakan Maruf saat meninjau pabrik SBW serta berdialog dengan para pelaku UMKM SBW di PT Husein Alam Indah, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur, kemarin.

Maruf menyampaikan bahwa industri SBW memiliki potensi yang cukup besar. Diharapkan pelaku industri ini dapat mengembangkannya dengan baik, sehingga membawa manfaat dan maslahat bagi masyarakat.

baca juga:

"Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, baik dalam arti pengelolaan, pengolahan, maupun dalam arti pemasaran. Ini komitmen pemerintah," tegasnya.

Maruf menuturkan industri SBW memiliki pasar yang luas bahkan hingga ke luar negeri, seperti Tiongkok.

"Namun sayangnya, untuk masuk ke Tiongkok saat ini syaratnya cukup rumit, sehingga sulit ditembus para eksportir," tambahnya.

"Saya tanya apakah karena khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat, tetapi soal bentuk. Yang anehnya (ekspor) tidak bisa lewat negara lain, tetapi harus lewat Hong Kong, jadi harganya lebih rendah," ungkapnya.

Pemerintah lanjut Maruf akan mencoba mencari jalan bagaimana agar bisa menembus pasar Tiongkok.

"Dahulu bisa, tetapi belakangan tidak bisa (lagi)," ungkapnya.

Sembari mencari jalan keluar, tutur Wapres, pemerintah pun saat ini juga akan terus memperbaiki pengelolaan industri SBW.

"Yang penting pemerintah punya kemajuan dalam pengelolaannya dan kendala-kendala akan kita carikan jalan keluarnya," tambahnya.

Kemudian, Wapres mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan segala permasalahan teknis terkait industri SBW, ia akan segera mengoordinasikannya dengan kementerian/lembaga dan pihak terkait lainnya.

"Hal-hal yang masih menjadi kesulitan teknis, kita usahakan bersama. Saya nanti dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait, akan kami bicarakan. Saya berterima kasih, saya bisa tahu dan saya bisa melihat (masalahnya) di sini," ujarnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi