Lifestyle

Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja Medis, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

KH Ma'ruf Amin meminta Komite Fatwa MUI untuk menyiapkan fatwa penggunaan ganja untuk alasan medis


Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja Medis, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya
Penyanyi Andien menghampiri salah satu masyarakat yajg membutuhkan ganja medis sebagai obat. (Twitter @AndienAisyah)

AKURAT.CO  Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin meminta Komite Fatwa MUI untuk menyiapkan fatwa penggunaan ganja untuk alasan medis.

Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa ini merupakan respon atas langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang kini tengah mengkaji wacana legalisasi ganja untuk kebutuhan medis.

"Bahwa ganja itu memang dilarang dalam Islam. Masalah kesehatan itu MUI harus membuat fatwanya, fatwa baru kebolehannya itu," kata Ma'ruf Amin, dikutip AKURAT.CO dari situs resmi MUI, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

"Saya kira MUI akan segera mengeluarkan fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR. Jangan sampai nanti berlebihan menimbulkan kemudaratan," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa negara mengizinkan penggunaan ganja secara terbatas untuk alasan medis.

Sementara, di Indonesia ganja  termasuk ke dalam obat-obatan terlarang sehingga penggunaannya adalah ilegal. 

Tanaman ganja mengandung lebih dari 100 bahan kimia berbeda yang disebut cannabinoids. Masing-masing memiliki efek yang berbeda pada tubuh.

Melansir WebMD, delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD) adalah bahan kimia utama yang digunakan dalam pengobatan. THC adalah bahan utama dalam ganja yang membuat orang "high".

Studi melaporkan bahwa ganja medis memiliki kemungkinan manfaat untuk beberapa kondisi. Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang memenuhi syarat penggunaan ganja medis: 

  • Penyakit alzheimer
  • Sklerosis lateral amiotrofik (ALS)
  • HIV/AIDS
  • Penyakit Crohn
  • Epilepsi dan kejang
  • Glaukoma
  • Multiple sclerosis dan kejang otot
  • Sakit parah dan kronis
  • Mual atau muntah parah yang disebabkan oleh pengobatan kanker

Meskipun bermanfaat untuk beberapa masalah medis, ganja medis memiliki sejumlah efek samping : 

  • Peningkatan detak jantung
  • Pusing
  • Konsentrasi dan memori terganggu
  • Waktu reaksi lebih lambat
  • Interaksi obat-ke-obat yang negatif
  • Peningkatan risiko serangan jantung dan stroke
  • Nafsu makan meningkat
  • Potensi kecanduan
  • Halusinasi atau penyakit mental
  • Gejala penarikan

Efek jangka pendek ganja juga dapat bervariasi berdasarkan metode konsumsinya.

Adapun Food and Drug Administration (FDA) diketahui telah menyetujui Epidiolex, yang terbuat dari CBD, sebagai terapi untuk orang dengan kejang yang sangat parah atau sulit diobati. Dalam penelitian, beberapa orang mengalami penurunan kejang yang dramatis setelah minum obat ini.

FDA juga menyetujui obat berbasis THC, dronabinol (Marinol) dan nabilone (Cesamet) untuk pengobatan multiple sclerosis.

Sementara di Australia, Nabiximols adalah satu-satunya ganja medis yang telah disetujui Australian Register of Therapeutic Goods (ARTG), melansir National Institute on Drug Abuses (NIDA).[]