Lifestyle

Marshanda Disebut Hilang dalam Kondisi Episode Manik, Ini Gejalanya

Marshanda disebut menghilang dalam keadaan manic episode (episode manik). Ini adalah periode suasana hati yang meningkat secara tidak normal


Marshanda Disebut Hilang dalam Kondisi Episode Manik, Ini Gejalanya
Potret terbaru Marshanda (Instagram/marshanda99)

AKURAT.CO  Marshanda dikabarkan sempat menghilang di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Senin (27/6). Hal ini diumumkan oleh Sheila Salsabila, sahabat Marshanda yang kala itu bersama sang aktris. Sheila mengatakan bahwa Marshanda menghilang dalam keadaan manic episode.

"Warga Indonesia hilang di Los Angeles, California, AS. Dia tengah berada dalam Manic Episode (Psikosis: Keadaan pikiran yang berubah-ubah - gangguan bipolar)," tulis Sheila dalam salah satu Instagram Story, dikutip AKURAT.CO, Selasa (28/6/2022). 

Seperti diketahui, Marshanda mengidap gangguan kesehatan mental bipolar. Menurut Cleveland Clinic, gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati ekstrem yang menyebabkan perubahan suasana hati, tingkat energi, dan perilaku yang intens.

baca juga:

Episode manik dan hipomanik adalah tanda utama dari kondisi tersebut. Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar juga mengalami episode depresi.

“Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang serius yang mencakup pengalaman suasana hati (episode) dari emosi yang tinggi, disebut sebagai mania atau hipomania yang dapat berlangsung selama berhari-hari hingga seminggu, ke terendah, atau suasana hati yang tertekan yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, ” jelas psikolog klinis Dr. Desreen Dudley. 

Episode manik adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki periode suasana hati yang meningkat secara tidak normal atau mudah tersinggung, serta perubahan ekstrem dalam emosi, pikiran, energi, banyak bicara dan tingkat aktivitas. 

“Episode manik adalah periode dari suasana hati abnormal yang meningkat dengan peningkatan energi, keterlibatan berlebihan dalam aktivitas, kebesaran, pikiran yang berpacu, dan penurunan kebutuhan untuk tidur, yang berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu,” jelas Dr. Dudley.

Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari episode manik : 

  • Sangat ceria, gelisah, atau tegang
  • Peningkatan aktivitas, energi atau agitasi
  • Rasa kesejahteraan dan kepercayaan diri yang berlebihan (euforia)
  • Kebutuhan tidur berkurang
  • Banyak bicara yang tidak biasa
  • Racing thought (punyak banyak ide-ide)
  • Mudah teralihkan
  • Pengambilan keputusan yang buruk misalnya, pergi berbelanja, mengambil risiko seksual atau melakukan investasi yang bodoh

Dalam beberapa kasus, episode manik dapat mengakibatkan perasaan putus asa, tidak berharga , dan/atau pikiran tentang kematian atau bunuh diri.

"Biasanya ini terjadi secara tiba-tiba pada penderita bipolar. Mereka yang mengalami ini juga biasanya hormon adrenalinnya meningkat, sehingga impulsif dan nekat untuk melakukan sesuatu yang berbahaya atau ekstrem,” kata Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

Adapun orang dengan jenis bipolar tertentu seperti gangguan bipolar II mengalami hipomania. Ini merupakan bentuk mania yang tidak terlalu parah.[]