Olahraga

Marquez Jadi Alasan Espargaro untuk Tunggangi Honda

"Saya ingin mengukur kemampuan saya dengan Marc yang kita tahu bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di lintasan," kata Espargaro.


Marquez Jadi Alasan Espargaro untuk Tunggangi Honda
Pembalap Red Bull KTM, Pol Espargaro menjadi tercepat dalam sesi latihan bebas pertama di MotoGP Austria 2020. ( REUTERS/Marcelo Del Pozo)

AKURAT.CO, Pol Espargaro akan menjalani musim MotoGP 2021 sebagai pembalap tim Repsol Honda. Pembalap asal Spanyol tersebut datang ke Honda untuk menggantikan Alex Marquez yang pada musim ini akan memperkuat tim satelit Honda.

Pembalap 29 tahun itu juga mengungkapkan salah satu alasannya bergabung dengan Honda adalah karena sosok Marc Marquez. Kakak kandung Alex Marquez itu dianggap bisa membuat kemampuannya semakin meningkat.

"Menjadi rekan setim Marc, adalah salah satu alasan saya ingin datang ke Repsol Honda. Saya sudah bertarung dengannya di level yang lebih rendah selama bertahun-tahun. Saya sungguh menikmatinya," kata Espargaro dikutip laman resmi Repsol Honda.

"Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan Anda, yakni dengan berada di samping orang yang sama atau bahkan lebih baik dari pada Anda. Jadi itulah mengapa saya pindah, saya ingin mengukur kemampuan saya dengan Marc yang kita tahu bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di lintasan."

Espargaro dan Marquez memang memiliki riwayat persaingan ketat sejak di era Moto 3 dan Moto 2. Bahkan di ajang tertinggi, keduanya kerap menyajikan duel sengit untuk memperebutkan podium.

Kini, Espargaro dan Marquez berada di satu manajemen yang sama. Namun, meski berada dalam satu tim, bumbu-bumbu persaingan dalam memperebutkan tempat sebagai pembalap utama akan tetap ada.

"Saya tumbuh bersamanya dan bersaing ketat di setiap balapan. Persaingan itu membuat saya seperti sekarang ini. Ketika bertarung melawan salah satu pembalap terbaik di dunia, Anda pasti akan otomatis meningkatkan kecepatan," kata Espargaro.

Espargaro juga mengungkapkan telah lama bermimpi bisa membalap bersama tim milik HRC itu. Disinggung mengenai targetnya, pembalap yang mengenakan nomor 44 itu menginginkan pencapaian terbaik, yakni sebagai juara dunia, meski tak akan mudah.