News

Markus Nari Divonis 6 Tahun Penjara


Markus Nari Divonis 6 Tahun Penjara
Markus Nari divonis enam tahun penjara karena terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP). (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis mantan anggota DPR RI Markus Nari enam tahun penjara atas kesalahannya yang dinilai terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

Selain pidana badan, Markus juga dikenakan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Markus Nari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu alternatif kedua dan dakwaan kedua alternatif pertama," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun membacakan amar putusan di PN Tipikor Jakarta, Senin (11/11).

Dalam amar putusannya, hakim juga meminta Markus membayar uang pengganti senklai USD 400 ribuatau setara dengan Rp 4 miliar. Uang ini setara dengan penerimaan yang dilakukan mantan anggota DPR RI Komisi II itu dari proyek pengadaan e-KTP.

"Apabila Markus Nari tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya disita dan dilelang. Apabila harta yang disita tidak mencukupi membayar uang pengganti, Markus dipidana penjara selama 2 tahun," tegas Hakim Frangky.

Atas kesalahannya, Markus dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 21 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[]