News

Markas Militer AS di Suriah Diserang Drone, Iran Diyakini Jadi Dalangnya

Serangan ini dilancarkan sebagai pembalasan atas serangan Israel beberapa hari sebelumnya di dekat Palmyra.


Markas Militer AS di Suriah Diserang Drone, Iran Diyakini Jadi Dalangnya
Garda Revolusi Iran memamerkan sebuah drone baru pada bulan Mei yang punya durasi terbang 35 jam dan mampu membawa 13 bom lebih dari 2 ribu km. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO, Sebuah pos militer di al-Tanf, Suriah selatan, yang digunakan sebagai markas pasukan Amerika Serikat (AS) diserang pesawat tak berawak (drone) pekan lalu. Otoritas AS pun yakin serangan ini didalangi oleh Iran.

Dilansir dari Associated Press, sebanyak 5 drone yang sarat bahan peledak menghantam sisi garnisun AS dan sisi tempat pasukan oposisi Suriah berada. Tak ada laporan korban tewas atau cedera akibat serangan ini.

Pada Senin (25/10), otoritas AS mengatakan bahwa mereka yakin Iran menyediakan sumber daya dan mendorong serangan itu, meski drone tersebut tak diluncurkan dari Iran.

baca juga:

"Drone itu milik Iran dan tampaknya Iran telah memfasilitasi penggunaannya," ungkap para pejabat yang tak mau disebutkan identitasnya.

Serangan ini terjadi saat ketegangan antara AS dan Iran meningkat. Menurut pemerintahan Joe Biden pekan ini, upaya diplomatik internasional agar Iran kembali ke kesepakatan nuklir 2015 berada di 'titik kritis', sementara kesabaran AS menipis.

Pasukan AS dan koalisinya bermarkas di al-Tanf untuk melatih pasukan Suriah dalam patroli untuk melawan militan ISIS. Pangkalan ini terletak di jalan penghubung penting bagi pasukan yang didukung Iran dari Teheran ke selatan Lebanon dan Israel.

Sementara itu, juru bicara Pentagon, John Kirby, menolak membeberkan detailnya saat ditanya tentang laporan ini selama jumpa pers pada Senin (25/10).

"Serangan ini kompleks, terkoordinasi, dan disengaja. AS telah melihat serangan serupa sebelumnya dari kelompok milisi Syiah yang didukung Iran," komentarnya.

Namun, ia tak mau menjelaskan dengan spesifik. Ia berdalih tak punya informasi terbaru tentang amunisi yang digunakan dalam serangan itu. Kirby juga menolak mengatakan apakah pasukan telah diperingatkan sebelumnya atau apakah AS bermaksud membalasnya.

"Perlindungan dan keamanan pasukan kami di luar negeri tetap menjadi perhatian utama menteri. Jika ada balasan, itu akan terjadi pada waktu, tempat, dan cara yang kami pilih. Kami tentu tak akan mendahului keputusan semacam itu," terangnya.

Di sisi lain, media pro-Iran mengklaim kalau serangan terhadap al-Tanf itu dilakukan oleh 'sekutu Suriah', sebuah referensi yang jelas untuk kelompok-kelompok yang didukung Iran. Serangan ini dilancarkan sebagai pembalasan atas serangan Israel beberapa hari sebelumnya di dekat Palmyra, kota kuno bersejarah di Suriah.

Israel telah disalahkan atas serangan itu, tetapi otoritas AS menyatakan militer AS tak terlibat. Namun, AS sendiri menyediakan USD 3,5 miliar (Rp49 triliun) per tahun untuk menyokong militer Israel.

Serangan udara Israel di dekat Palmyra ini menewaskan 1 tentara Suriah dan 3 milisi pro-Iran, menurut pemantau perang yang berbasis di Inggris.

"Anda dapat menganggap bahwa serangan terhadap al-Tanf merupakan implementasi dari janji-janji sebelumnya oleh sekutu Suriah untuk membalas Palmyra," ujar seorang pejabat Poros Perlawanan, aliansi politik-militer anti-Barat yang mencakup Iran, Suriah, Hizbullah, dan kelompok lainnya yang berjuang bersama pasukan Presiden Suriah Bashar Assad. []