Olahraga

Marin Absen, Tzu Ying dan Sindhu Paling Berpeluang di Tokyo?

Sebelum Olimpiade Tokyo 2020, Tai Tzu Ying kalah dua kali dan menang sekali di tiga final di Thailand pada awal tahun ini.


Marin Absen, Tzu Ying dan Sindhu Paling Berpeluang di Tokyo?
Pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Tai Tzu Ying usai mengembalikan kok kearah pebulu tangkis tunggal putri China Chen Yufei pada pertandingan final kejuaraan Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Tai Tzu Ying berhasil menjadi juara usai mengalahkan Chen Yufei dengan skor 21-23, 21-15 dan 21-9. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kabar mundurnya juara bertahan olimpiade asal Spanyol, Carolina Marin, di Olimpiade Tokyo 2020 membuat persaingan cabang bulutangkis nomor tunggal putri semakin terbuka. Kini, setidaknya ada empat sampai lima nama yang berpotensi untuk merebut gelar dari tangan Marin.

Dengan absennya Marin yang mengalami cedera lutut sejak akhir Mei lalu, kini persaingan dipekirakan akan diikuti oleh Tai Tzu Ying dari Chinese Taipei, Chen Yufei dari China, Pusarla Venkata Sindhu dari India, serta dua pebulutangkis tuan rumah Jepang, Nozomi Okuhara serta Akane Yamaguchi.

Dilihat dari penampilan tahun ini, Tzu Ying bisa dikatakan paling berpeluang. Ia memang kalah di dua final turnamen di Thailand di awal tahun dari Marin namun berhasil membalas dengan mengalahkan lawan yang sama di turnamen ketiga, Final BWF.

Bukan cuma itu, Tzu Ying hingga kini juga masih duduk di posisi ranking satu dunia untuk nomor tunggal putri. Tiga final di tiga turnamen di Thailand juga merupakan modal yang dibawa Tzu Ying menjelang olimpiade mengingat dibatalkannya Malaysia dan Singapura Terbuka sebagai ajang terakhir kualifikasi ke Tokyo.

Namun demikian, capaian terbaiknya di olimpiade adalah perempat final Rio De Janeiro 2016 ketika dikalahkan juara dunia 2019 asal India, PV Sindhu, di perempat final dengan skor 13-21 dan 15-21. Secara tidak langsung, Sindhu juga akan menjadi pesaing terbesar Tzu Ying di Tokyo sebagai runner-up 2016.

Hanya saja, jika dibandingkan dengan Tzu Ying, capaian Sindhu tidak terlalu baik. Dari lima turnamen yang diikutinya, raihan terbaik Sindhu adalah menjadi runner-up Swiss Terbuka pada pekan pertama Maret lalu di mana ia dikalahkan Marin di partai puncak.

Adapun pebulutangkis asal China, Chen Yu Fei, akan datang ke Kepulauan Jepang dengan status ranking dua dunia. Atlet ini tampaknya mesti menjalani adaptasi yang cepat di Tokyo mengingat turnamen terakhir yang dilakukannya adalah All England 2020 di mana ia menjadi juara dengan mengalahkan Tzu Ying di final.

Adapun Jepang akan menggantungkan harapan dengan Nozomi Okuhara yang saat ini duduk di posisi ranking tiga dunia serta Akane Yamaguchi yang berada di posisi kelima dunia.

Okuhara sendiri akan menyambut lawan-lawannya dengan status juara All England tahun ini selepas mengalahkan Pornpawee Chochuwong di partai puncak sementara Yamaguchi terakhir hanya sampai di perempat final turnamen yang sama.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu