Ekonomi

Mari Menilik, 5 Karakteristik Ekonomi Syariah Warisan Nabi Muhammad SAW

Sistem perekonomian masa Nabi Muhammad SAW merupakan sistem ekonomi berdasarkan syariat Islam dan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Rasul


Mari Menilik, 5 Karakteristik Ekonomi Syariah Warisan Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad (flickr.com)

AKURAT.CO Sistem perekonomian pada masa Nabi Muhammad SAW merupakan sistem ekonomi yang berdasarkan syariat Islam dan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Rasul. Sejumlah aturan yang tertanam pada landasan perekonomian tersebut berbentuk keharusan melakukan yang tidak melanggar aturan Islam.

Tentu aturan-aturan yang tersebut dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul bertujuan untuk menjamin keselamatan manusia sepanjang hidupnya, baik akal, harta benda maupun nasab keturunan. Selanjutnya ekonomi berdasarkan syariat islam ini sekarang lebih dikenal dengan ekonomi syariah yang telah menjadi salah satu cabang ilmu ekonomi yang penting di dunia.

Ekonomi syariah merupakan cabang ilmu ekonomi dengan landasan nilai-nilai Islam. Menurut ulama internasional Yusuf Qardhawi, ekonomi syariah adalah sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan Ketuhanan dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk memanfaatkan sarana pemberian Tuhan berdasarkan syariat Islam.

Adapun ekonomi syariah yang berlandaskan pada syariat Islam berasal dari Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Maka dari itu, ekonomi syariah juga disebut sebagai ekonomi Islam.

Hukum-hukum yang melandasi prosedur transaksi digunakan semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek material saja, melainkan juga dampak sosial, mental, spiritual serta dampak terhadap lingkungan.

Lalu, bagaimana sebetulnya karakteristik ekonomi syariah tersebut yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Berikut ini lima karakteristik dari ekonomi syariah.

1. Mengutamakan Prinsip Keadilan dan Melarang Praktek Riba

Salah satu tujuan dari ekonomi syariah adalah membentuk tatanan kehidupan masyarakat yang solid. Hal tersebut sejalan dengan prinsip keadilan dalam ekonomi Islam yang terlihat jelas dalam konsep bagi hasil.

Sistem bagi hasil tersebut menggunakan akad mudharabah yang merupakan pengganti dari sistem ekonomi berbasis riba, dimana dalam sistem ekonomi tersebut akan berdampak pada munculnya ketidakadilan.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu