News

Mardani Usul UU ITE Direvisi, Rustam dan Ferdinand Langsung Beri Tanggapan Menohok

Rustam mengatakan seharusnya ketika seseorang menyampaikan pendapat harus terlebih dahulu mengetahui konteksnya.


Mardani Usul UU ITE Direvisi, Rustam dan Ferdinand Langsung Beri Tanggapan Menohok
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim (TWITTER/@rustamibrahim)

AKURAT.CO, Pemerhati politik Rustam Ibrahim menanggapi kritik politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera terhadap kepemerintahan Presiden Joko Widodo.

Lewat Twitter, Mardani mengungkapkan bahwa masyarakat semakin takut menyampaikan kritik. Sebab, kalau pendapat yang diutarakan salah bisa-bisa dipidana dan dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pasal-pasal karet dalam UU ITE direvisi.

Menyikapi itu, Rustam mengatakan seharusnya ketika seseorang menyampaikan pendapat harus terlebih dahulu mengetahui konteksnya. Jangan sampai pendapat yang disampaikan justru tidak berdasar dan cenderung menghina. 

"Semestinya kita perlu bertanya dulu kepada diri sendiri sebelum menuliskan pendapat. Bahwa kita tidak berbohong atau memproduksi hoax, tidak menghina orang, tidak berkata rasis atau menuliskan ujaran kebencian. Maka tidak ada yang perlu ditakutkan dengan UU-ITE," kata Rustam menggunakan akun Twitter @RustamIbrahim dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (13/2/2021).

Di kicauan berbeda, mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean beranggapan bahwa cuitan Mardani seolah menyudutkan Presiden Jokowi.

"Mengapa ini jadi seolah-olah kesalahan @jokowi? Bukankah UU ITE itu ada di era PKS masih ikut berkuasa? Lantas mengapa sekarang Pak Jokowi yang didesak merevisinya?" kata @FerdinandHaean3.

Selain itu, Ferdinand menyindir Mardani sebagai wakil rakyat di Senayan. "Lucu juga ketika pihak yang mensahkan UU ITE justru gerah dengan UU itu. Apakah dulu disiapkan untuk lindungi kekuasan? Sudah tak berkuasa lagi ya?"

Mardani sebelumnya mengungkapkan bahwa masyarakat semakin takut berpendapat dan menyampaikan kritik ke pemerintah. Dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat kenyataan yang telah diungkapkannya.