News

Mardani Ali Sera Ingatkan Lampu Kuning untuk Pemerintahan Jokowi

naiknya harga minyak goreng di pasaran serta ramainya isu tiga periode diyakini telah membuat jengah masyarakat


Mardani Ali Sera Ingatkan Lampu Kuning untuk  Pemerintahan Jokowi
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera dalam Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut bahwa kenaikan harga bahan pokok, terutama minyak goreng memang menjadi catatan buruk bagi kinerja pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin saat ini. 

Mardani mengatakan, naiknya harga minyak goreng di pasaran serta ramainya isu tiga periode diyakini telah membuat masyarakat mulai jengah. 

"Kenaikan harga dan bising tiga periode sangat buruk bagi persepsi Presiden di mata publik. Harga yang naik, minyak goreng khususnya sangat memberatkan, Dan terlihat pemerintah tidak berdaya," kata Mardani ketika dihubungi oleh AKURAT. CO, pada Senin (16/5/2022). 

baca juga:

Mardani juga mengisyaratkan pemerintah saat ini sudah "lampu kuning" yang berarti hati-hati mengenai persepsi publik akan demokrasi yang ada di pemerintahan Jokowi saat ini. 

"Isu tiga periode, kehadiran di salah satu ormas membuat rakyat bertanya seberapa setianya Presiden pada jalan demokrasi. Ini lampu kuning bagi Presiden," ucap Anggota Komisi II tersebut. 

Jika Presiden Jokowi ingin meminta publik kembali mempercayai akan kebijakannya kembali, Mardani berpesan agar segera melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya atas dasar keinginan publik. 

"Segera penuhi harapan publik (jika ingin dipercayai oleh masyarakat)," pungkasnya. 

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik kembali merilis survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Pada survei kali ini terjadi penurunan hingga 6% selang sebulan dari survei terakhir yakni mencapai 64,1%. Penurunan drastis itu bersumber dari isu kenaikan harga bahan-bahan pokok.

Berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat akan kinerja pemerintahan menunjukkan angka sebagai berikut Sangat puas 8%, Cukup Puas 50,1% ,Kurang puas 29,1% ,Tidak puas sama sekali 6,1% ,Tidak tahu 6,7%. []