News

Marak Ustaz Diserang, Mahfud MD: Jangan Buru-buru Sebut Pelakunya Gila

Secara tegas, Menko Polhukam Mahfud MD menolak penyematan status orang gila kepada pelaku-pelaku lapangan pembuat keonaran itu.


Marak Ustaz Diserang, Mahfud MD: Jangan Buru-buru Sebut Pelakunya Gila
Mahfud MD (Dok. Akurat.co)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Politik hukum dan Kriminalisasi (Menko Polhukam) Mahfud MD rupanya mulai gerah dengan aksi kekerasan dan kriminalitas yang dilakukan seseorang dan menyasar penceramah atau ustaz dan masjid belakangan ini. Secara tegas, dia menolak penyematan status orang gila kepada pelaku-pelaku lapangan pembuat keonaran itu.

Mahfud juga memerintahkan kepada Polisi untuk tidak mudah mengobral status orang gila kepada para pelaku penyerangan yang ditangkap. 

"Jangan terburu-buru memutuskan pelakunya orang gila. Seperti yang sudah-sudah. Dulu ketika Syeikh Ali Jaber dianiaya oleh seseorang lalu ada yang berteriak keluarganya dan sebagainya bahwa pelakunya orang gila, pemerintah tidak sependapat kalau setiap pelaku itu harus dianggap orang gila," kata Mahfud dilansir dari YouTube Kemenko Polhukam, Jakarta, Minggu (26/9/2021). 

Mahfud berpesan kepada kepolisian agar melakukan pemeriksaan yang terbuka. Pemeriksaan terhadap para pelaku kejahatan yang menyerang tokoh agama dan rumah ibadah harus tuntas. Mereka yang disebut gila, kata dia, harus juga dibuktikan di muka persidangan di pengadilan.

Mahfud tak ingin penyematan status orang gila kepada para pelaku kejahatan dan penyerangan tokoh agama dan rumah ibadah membuat kasus kriminal itu selesai begitu saja. 

"Saya berharap seperti yang sudah-sudah, maka pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Biarlah orang-orang yang sudah ditangkap itu dibawa, diproses ke pengadilan, kalau ada keraguan apakah yang bersangkutan sakit jiwa atau tidak itu biar hakim yang memutuskan," katanya. 

Dia mengatakan, aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas yang menyasar tokoh agama dan rumah ibadah itu harus diselesaikan lewat mekanisme peradilan. Sehingga tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa tapi tak diproses hukum lebih jauh lantaran pelakunya sudah berstatus orang gila. 

"Dibawa saja ke pengadilan agar terungkap. Kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya biar pengadilan yang memutuskan," ungkapnya. 

Mahfud menyebut beberapa kasus kekerasan dengan motif yang hampir sama terjadi beruntung belakangan ini. 

Beberapa hari lalu, kekerasan dan tindakan brutal dialami seorang penceramah agama Islam di salah satu masjid di Batam, ia dibacok. Sebelumnya seorang ustaz juga ditembak di tengah jalan. Teranyar adalah pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. []