News

Marak Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Umum, Pemda DIY Turun Tangan

Marak Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Umum, Pemda DIY Turun Tangan


Marak Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Umum, Pemda DIY Turun Tangan
Ilustrasi pemakai skuter. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemakaian skuter listrik di jalanan umum Kota Yogyakarta dan sekitarnya mulai marak belakangan. Pemerintah melihat ada ketidaksesuaian dan akan segera membatasi penggunaannya.

Pemakaian skuter listrik kerap ditemukan di jalanan umum kawasan Malioboro hingga seputar Tugu Pal Putih. Dinas Perhubungan DIY menilai pemakaian skuter listrik yang tak sesuai lokasinya hanya akan atau setidaknya berpotensi membahayakan penunggangnya dan pengguna jalan lainnya.

"Yang kita utamakan adalah keselamatan. Semua persoalan yang ada di jalan itu mengacu pada keselamatan pengguna jalan," kata Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (18/1/2022).

baca juga:

Pasalnya, kata Made, penggunaan kendaraan dengan penggerak listrik seperti skuter listrik, sepeda listrik, otopet, hingga sepeda roda satu atau unicycle telah diatur hanya untuk jalur atau kawasan-kawasan tertentu saja. Sebagaimana dituangkan dalam Permenhub Nomor 45 Tahun 2020.

"Berbahaya (digunakan di jalan umum), kecuali dalam posisi car free day, jadi bebas kendaraan bermotor," ucap Made.

Melihat fenomena ini, Made menegaskan, pemerintah tak akan melarang pemakaian skuter listrik. Namun hanya akan membatasinya untuk di kawasan-kawasan tertentu saja.

Made mengklaim, pihaknya sudah merekomendasikan perancangan peraturan kepala daerah untuk tiap-tiap kabupaten/kota terkait pemakaian kendaraan listrik ini. Khususnya, perihal penentuan lokasi yang diperkenankan untuk pengoperasiannya, seperti salah satunya adalah objek wisata.

"Persoalan lain, ketika itu disewakan itu dia harus berizin dan punya lokasi tersendiri. Bukan lokasi publik, itu ada aturannya," ujarnya.

Untuk persoalan yang satu ini, kata Made, Dinas Perhubungan, telah mewacanakan untuk bertemu dengan para penyedia jasa penyewaan skuter listrik ini. Pertemuan turut mengundang kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya di level kabupaten/kota.

"Kita baru inventarisir koordinator (penyedia jasa). Kita atur, tidak kemudian menghilangkan income," tutupnya.[]