Tech

Marak Larangan, Simak Aturan Resmi Penggunaan Sepeda Listrik

Marak Larangan, Simak Aturan Resmi Penggunaan Sepeda Listrik
Ilustrasi - Sepeda listrik. (pixabay.com/422737)

AKURAT.CO Penggunaan sepeda listrik saat ini tengah menuai sorotan. Di beberapa daerah telah melarang penggunaan sepeda listrik di jalanan. Sebut saja di Makassar. Disana tidak hanya larangan penggunaan sepeda listrik di jalanan, tapi juga ada imbauan agar sepeda listrik tidak dijual lagi.

Adanya larangan ini karena tidak sedikit pengguna sepeda listrik yang tidak mengenakkan alat pelindung diri seperti helm.

Selain itu, perihal uji tipe kendaraan yang masih menuai perdebaran pun jadi alasan pelarangan sepeda listrik ini.

baca juga:

Larangan ini memang tampak terlihat tidak sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah mengurangi emisi akibat penggunaan kendaraan bermotor dengan bahan bakar minyak.

Meski begitu, sebenarnya sudah ada aturan terkait penggunaan sepeda listrik di Indonesia.

Aturan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Dalam aturan ini, sepeda listrik termasuk kendaraan tertentu yang memiliki roda dua dilengkapi dengan peralatan mekanik berupa motor listrik. 

Sepeda listrik harus memenuhi persyaratan keselamatan yang terdiri dari:

  • Lampu utama.
  • Alat pemantul cahaya atau reflector atau lampu posisi belakang.
  • Sistem rem yang berfungsi dengan baik.
  • Alat pemantul cahaya di kiri dan kanan
  • Klakson atau bel.
  • Berkecepatan maksimal 25 km/jam.

Selain itu, pengguna sepeda listrik juga harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Berusia minimal 12 tahun.
  2. Apabila pengguna sepeda listrik berusia 12-15 tahun, maka harus didampingi oleh orang dewasa.
  3. Menggunakan helm.
  4. Sepeda tidak boleh digunakan untuk mengangkut penumpang, kecuali sepeda listrik yang dilengkapi tempat duduk penumpang.
  5. Tidak boleh melakukan modifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan
  6. Memahami dan memathui tata cara berlalu lintas yang meliputi:
  • Menggunakan kendaraan tertentu dengan tertib dan memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.
  • Memberikan prioritas pada pejalan kaki.
  • Menjaga jarak aman dari pengguna jalan lain.
  • Membawa kendaraan tertentu dengan penuh konsentrasi.

Kemudian, penggunaan sepeda listrik bisa dioperasikan di lajur khusus dan kawasan tertentu.

Lajur khusus yang dimaksudkan adalah lajur sepeda atau lajur yang disediakan secara khusus untuk kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik.

Kawasan tertentu yang dimaksud untuk penggunaan sepeda listrik, yaitu:

  • Permukiman.
  • Jalan yang ditetapkan untuk hari bebas kendaraan bermotor (car free day).
  • Kawasan wisata.
  • Area sekitar sarana angkutan umum massal sebagai bagian dari kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik yang terintegrasi.
  • Area kawasan perkantoran.
  • Area di luar jalan.

Namun, apabila tidak tersedia lajur khusus, maka kendaraan tertentu bisa dioperasikan di trotoar dengan kapasitas memadai dan memperhatikan keselamatan pejalan kaki.[]