News

Marak Kasus Pelecehan Seksual di Kantor, Komnas Perempuan Desak RUU TPKS Segera Disahkan

Data Komnas Perempuan mencatat ada 181 laporan pelecehan seksual di tempat kerja sepanjang 2020. Sekira 50 persennya dilakukan oleh atasan korban.


Marak Kasus Pelecehan Seksual di Kantor, Komnas Perempuan Desak RUU TPKS Segera Disahkan
Ilustrasi - Pelecehan Seksual ( AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat ada 181 laporan pelecehan seksual di tempat kerja sepanjang 2020. Sekira 50 persennya dilakukan oleh atasan korban.

"Untuk pelecehan seksual ada 181 kasus pelecehan seksual di ruang komunitas atau ruang kerja. 91 (kasus) dilakukan oleh atasan korban," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi saat menjadi narasumber dalam peluncuran hasil survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA), Senin (31/1/2022).

Ia mengatakan, data tersebut menunjukkan keberanian pekerja untuk melaporkan kekerasan seksual di tempat kerja. Artinya, ruang kerja tidak lagi menjadi ruang aman bagi mereka.

baca juga:

"Karena biasanya pelecehan seksual di tempat kerja itu hanya rumor atau bisik-bisik gitu. Ini menunjukkan bahwa ruang kerja jadi ruang yang tidak aman, dan ada keberanian dari korban untuk menyampaikannya," katanya.

Ami juga menyebutkan, pelecehan seksual di tempat kerja memiliki karakter khusus. Biasanya, pelaku memanfaatkan ketakutan dan kerentanan korban seperti kehilangan pekerjaan.

"Karena laki-laki dan (merasa) memiliki kuasa. Pelaku memanfaatkan ketakutan dan kerentanan korban seperti kehilangan pekerjaan, ini yang jadi alasan kenapa banyak (korban) yang tidak melapor," terang Ami.

Sebagai upaya pencegahan, Ami mendorong tempat kerja, kampus, dan institusi lain membuat untuk membuat SOP pencegahan kekerasan seksual.

Sementara untuk penanganan, menurut Ami, RUU TPKS perlu segera disahkan untuk menjadi payung hukum. "Saya mendorong RUU TPKS memuat tindak pidanan kekerasn seksual dan memastikan adanya sistem pelayanan terpadu terhadap penanganan kekerasan seksual," katanya.

Selain itu, ia juga berharap supaya ragam pelecehan seksual dapat dikenali oleh semua orang supaya masyarakat tidak menjadi pelaku, dan bisa memberi bantuan saat melihat terjadi kekerasan seksual.