News

Marak Ideologi Terorisme, Menaker: Wawasan Kebangsaan Penting Bagi PMI


Marak Ideologi Terorisme, Menaker: Wawasan Kebangsaan Penting Bagi PMI
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan penjelasan kepada Komisi IX saat menggelar rapat kerja (Raker) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Raker ini membahas berbagai keterkaitan BPJS Ketenagakerjaan dengan program subsidi pemerintah bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5.000.000 serta evaluasi aturan hukum yang memungkinkan BPJS Ketenagakerjaan membantu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terkena dampak pandemi COVID-19 dan yang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Sebagai negara pemasok pekerja migran terbesar di Asia, Indonesia saat ini sudah harus mulai waspada dengan maraknya ideologi terorisme yang sudah menyasar para pekerja tersebut. 

Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah menilai penting untuk menanamkan wawasan kebangsaan pada Pekerja Migran Indonesia (PMI), di waktu sebelum mereka berangkat bekerja ke luar negeri. 

"Saya harus bergerak cepat, melakukan koordinasi dan memutuskan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan ideologi kepada para pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri," kata Ida dalam keterangan yang diterima pada Minggu (8/11/2020).

Ida menjelaskan, pihaknya akan menggandeng Kementerian Pertahanan dalam menyiapkan kurikulum Bela Negara, khusus untuk para PMI. 

"Kemenaker akan menggandeng Kementerian Pertahanan untuk menyiapkan kurikulum bela negara yang akan masuk dalam bahan pelatihan bagi calon PMI," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, kejadian perekrutan yang dilakukan pelaku terorisme terhadap PMI sudah terjadi adalah Abdullah Hasyim atau Carsim yang dicurigai oleh pihak Korsel sebagai teroris. Karsim merupakan warga Kabupaten Indramayu dinyatakan berangkat illegal dan pada tahun 2007 dideportasi dari Korsel.[]