Rahmah

Manusia Paling Bodoh: Kecewa dan Bunuh Diri Hanya Karena Susah Cari Rezeki

Pesimis dalam mencari rezeki adalah dosa


Manusia Paling Bodoh: Kecewa dan Bunuh Diri Hanya Karena Susah Cari Rezeki
Manusia mencari rezeki (Istimewa)

AKURAT.CO Tidak jarang kita temukan adanya manusia yang mengeluh karena tidak diberi rezeki yang lebih dibanding orang main. Bahkan, ada orang yang putus asa dan bunuh diri karena alasan susahnya mencari rezeki.

Orang yang mengeluh dan apalagi bunuh diri karena masalah rezeki adalah orang yang bodoh. Sebab, rezeki manusia sudah Allah atur bahkan sejak masih di dalam kandungan ibunya.

Disebutkan demikian:

الْجَنِينُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ لَا يَطْلُبُ وَلا يَحْزَنُ وَلا يَغْتَمُّ، وَإِنَّمَا يَأْتِيهِ رِزْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ مِنْ دَمِ حَيْضَتِهَا، فَمِنْ ثَمَّ لَا تَحِيضُ الْحَامِلُ، فَإِذَا وَقَعْ إِلَى الأَرْضِ اسْتَهَلَّ، وَاسْتِهْلالُهُ اسْتِنْكَارًا لِمَكَانِهِ فَإِذَا قُطِعَتْ سُرَّتُهُ حَوَّلَ اللَّهُ رِزْقَهُ إِلَى ثَدْي أُمِّهِ، فَيَأْكُلُهُ فَإِذَا هُوَ بَلَغَ قَالَ هُوَ الْمَوْتُ أَوِ الْقَتْلُ قَالَ: أَنَّى لِي بِالرِّزْقِ؟ فَيَقُولُ مَكْحُولٌ: يَا وَيْحَكَ غَذَّاكَ وَأَنْتَ فِي بَطْنِ أُمِّكَ وَأَنْتَ طِفْلٌ صَغِيرٌ حَتَّى إِذَا اشْتَدَدْتَ وَعَقَلْتَ. قُلْتَ: هُوَ الْمَوْتُ أَوِ الْقَتْلُ أَيْنَ لِي بِالرِّزْقِ. ثُمَّ قَرَأَ مَكْحُولٌ: يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ. 

Artinya: “Ingatlah, janin yang ada dalam perut ibunya. Tak meminta,  tak bersedih, dan tak merasa cemas. Namun, rezekinya saat berada di perut sang ibu datang melalui darah haidhnya. Karenanya, perempuan hamil tidak ada yang haidh. Kemudian, ketika si janin lahir ke dunia, ia menangis keras. Tangisannya itu karena mengingkari tempat barunya. Padahal, saat tali ari-arinya diputus, Allah mengalihkan rezekinya ke payudara ibunya. Ia pun makan melaluinya. Namun, di saat dewasa, ia malah berkata, “Aku bisa mati, aku bisa terbunuh. Di manakah rezeki untukku.” 

Bayangkan, bayi yang berada di dalam perut ibunya saja tidak pernah merasa cemas dengan persoalan rezeki. Ia yakin kalau rezekinya sudah Allah tentukan, walah pun belum bisa untuk berusaha sendiri.

Imam Ibnu Hatim melanjutkan sabda Rasulullah saw, “Celakalah engkau, Allah telah menjamin makanmu, sejak kau berada dalam perut ibumu, saat kau masih kecil. Namun, ketika dewasa dan berakal sempurna, engkau justru berkata, ‘Aku bisa mati. Aku bisa terbunuh. Manakah rezeki untukku.”’ Lantas ia melantunkan ayat, yang artinya, “Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.” (Lihat: Tafsir Ibni Hatim, jilid VII, halaman 2227).

Maka dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa jangan pernah putus asa hanya karena susah mencari rezeki. Setiap manusia sudah ditentukan rezekinya. Sehingga tak perlu mengeluh, apalagi bunuh diri. Yang terpenting adalah tetap berusaha dan berdoa. Insya Allah rezeki selalu lancar dan berkah. Amin.[]

Sumber: NU Online