Ekonomi

Mantap! Pelaku Usaha Mikro Bakal Dapat BLT dan Kredit Macetnya Dihapus


Mantap! Pelaku Usaha Mikro Bakal Dapat BLT dan Kredit Macetnya Dihapus
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian jadi di sebuah usaha konveksi milik Enca di Curug, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan akan ada dua program yang akan berjalan secara paralel bagi para pelaku usaha Mikro yang terdampak akibat adanya pandemi Covid 19, dimana diantaranya adalah Penjaminan Kredit Modal Kerja bagi UMKM serta akan ada penghapusan daftar gagal bayar di sistem BI Checking.

"Kalau dari sisi PEN secara angka memang belum diputuskan, tapi nanti akan ada dua program yang berjalan secara paralel, yang pertama Pemberian Kredit Modal kerja dan yang kedua adalah penghapusan dafrar pelaku usaha yang mengalami gagal bayar di BI Checking." ucapnya pada saat Virtual Press Conference Investment Forum Rethingking and Reinventing Bali Post Covid-19, Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk pemberian kredit modal kerja bagi pelaku UMKM ini, lanjutnya, sedang kita finalisasi dimana pemberian kredit modal kerja ini diberikan jaminan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu upaya agar pelaku usaha UMKM khususnya di Bali bisa tetap survive meski pandemi masih menyerang. Kemudian untuk program penghapusan daftar pelaku usaha yang gagal bayar di BI Checking saat ini masih dalam tahap pertimbangan.

"Kebijakan penghapusan list gagal bayar ini diharapkan mampu mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan, sebab seperti yang kita tahu pengusaha ataupun pengusaha mikro yang pernah macet dicatat dan masuk kedalam BI Checking, nah ini mau kita usahakan agar bisa dihapuskan," tambahnya.

Tak hanya itu saja, lanjutnya, saat ini pihak kami (KCP PEN) juga sedang berdiskusi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mencari solusi bareng-bareng bagaimana caranya mensupport hotel-hotel nanti pasca Herd Immunity tercapai.

"Hal ini kami lakukan agar Hotel dan para restoran ini bisa beroperasi kembali melalui dukungan perbankan," ucapnya.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengharapkan agar para perbankan mulai melirik UMKM-UMKM di Bali yang potensial untuk mendapatkan pembiayaan.

"Sebab perbankan juga dinilai sedang menimbang kemungkinan hapus buku atas kredit-kredit UMKM yang terdampak Covid-19, jadi di Bali ini, jangan hanya turis saja, jadi masalah pertanian, kelautan, dan industri juga harus dimainkan. Misalnya Jembrana dia punya udang bagus," ucapnya. []