Ekonomi

Mantap! Lebih 7.000 Produk Ekspor ke Negara EFTA Tanpa Bea Masuk

Mantap! Lebih 7.000 Produk Ekspor ke Negara EFTA Tanpa Bea Masuk
Suasana aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Perlambatan kredit berorientasi ekspor dan impor masih akan berlanjut pada tahun depan. Pasalnya, sejauh ini tantangan ekonomi global belum menunjukan tanda-tanda positif. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan lebih dari  7000  produk ekspor Indonesia yang masuk ke negara-negara The European Free Trade Association (EFTA)   tidak dikenakan tarif bea masuk. 

"Inilah salah satu manfaat perjanjian perdagangan internasional yang dibangun Kementerian Perdagangan. Untuk itu, para pelaku usaha diharapkan memanfaatkan berbagai kemudahan hasil perjanjian ini," kata Jerry lewat keteragannya, Senin (29/11/2021).

Beberapa manfaat IE-CEPA di antaranya adalah penghapusan tarif bea masuk ke negara anggota EFTA,  yakni  Swiss,  Norwegia,  Islandia,  dan  Liechtenstein. Keempat  negara  EFTA  sangat memberi kontribusi  terhadap  perdagangan  Indonesia.  Lebih  dari  7000  produk  dari  Indonesia  masuk  ke negara  EFTA  tidak  dikenakan  beamasuk. 

baca juga:

"Ini dapat dimanfaatkan pelaku ekspor sehingga  lebih ekonomis, praktis, efisien, dan bermanfaat,”ungkap Wamendag.

Kemendag, lanjutnya, telah menyelesaikan 23 perjanjian di seluruh negara di dunia yang mewakili lima  benua.

Jerry  menyatakan  sosialisasi  hasil  perjanjian perdagangan  internasional  ini  merupakan bagian  penting  dan  tidak  terpisahkan  dari negosiasi  perjanjian  dagang.  Untuk  itu, pihaknya   melakukan  sosialisasi  di  berbagai daerah  untuk  memastikan  pelaku  usaha  di daerah berpartisipasi dalam memanfaatkan hasil perjanjian dagang yang telah diselesaikan. 

Pada  periode  Januari—September 2021, total perdagangan  Indonesia-EFTA mencapai  USD 1,73 miliar.  Pada  periode  tersebut,  ekspor  Indonesia  ke  EFTA  mencapai  USD  1,17  miliar sedangkan impor  Indonesia  dari  EFTA  sebesar  USD 559,36juta.

Dengan  demikian,  Indonesia  mengalami surplus sebesar USD 606,64juta. Produk  ekspor  utama Indonesia  ke  EFTA  di  antaranyaemas, perhiasan,  sisa  skrap  logam  mulia, serat  optik, dan  buldozer.  Sementara  impor  Indonesia  dari EFTA  antara  lain  bahan  peledak  dan amunisi, tinta, jam tangan dari logam mulia, jam tangan, dan  ikan. []