News

Mantan Wagub Sumsel Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi

Mantan Wagub Sumsel Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi
Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki (IM) dalam kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan dan Energi (PDE) Sumatera Selatan. Hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan tersangka.

"Saksi yang diperiksa IM selaku Wakil Gubernur Sumatera Selatan dan juga Dewan Pengawas PDPDE Sumsel," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer, Kamis (18/2/2021).

Sebelumnya penyidik telah memeriksa Manager Keuangan dan Umum PDPDE Sumatera Selatan Kasus yang diduga rugikan negara ratusan miliar telah memeriksa puluhan saksi.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi," terang Leo di kantornya.

Meski telah memeriksa puluhan saksi, penyidik belum menetapkan tersangka. Kasus ini sebelumnya ditangani Kejati Sumsel. Namun kemudian penyidikannya dilakukan diambilalih Kejagung.

Sebelum ini, saksi yang diperiksa mantan Direktur Keuangan PD. PDE Sumsel Adrian Utama Gani, Rabu (13/1). Bersama Adrian, saat itu diperiksa Direktur PT. Transportasi Gas Indonesia Fahruzal Sulaiman dan Spesialis Keuangan dan Monetisasi Kantor Pusat SKK Migas Yusuf Asmara.

Kasus ini berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel. Hak jual ini adalah Participacing Interest PHE 50 persen, Talisman 25 persen, dan Pacific Oil 25 persen yang di berikan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah  Pemprov Sumsel.

Praktiknya, bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya, tapi PT.  PDPDE Gas  (Rekanan)  yang diduga menerima keuntungan yang fantastis. selama 2011-2019.

PDPDE Sumsel selaku wakil Pemprov Sumsel hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp38 miliar dan dipotong utang saham Rp8 miliar. Bersihnya kurang lebih Rp30 miliar selama 9 tahun.

Sebaliknya, PT PDPDE Gas mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan gas bagian negara ini. Diduga selama kurun waktu 8 tahun,  pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar. Dipotong biaya operasional,  bersihnya kurang lebih  Rp711 miliar. []

baca juga:

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu