Olahraga

Mantan Presiden IAAF Lamine Diack Dihukum 2 Tahun Penjara


Mantan Presiden IAAF Lamine Diack Dihukum 2 Tahun Penjara
Presiden IAAF periode 1999-2015 di sela sidang keputusan dugaan korupsi di Paris, Prancis, Rabu (16/9). (REUTERS/Charles Platiau)

AKURAT.CO, Mantan Presiden Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF), Lamine Diack, divonis bersalah dengan dugaan korupsi di Pengadilan Prancis, Rabu (16/9). Diack dihukum penjara selama dua tahun dan wajib membayar denda sebesar 500 ribu Euro atau sekitar Rp8,7 miliar.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, Diack, 87 tahun, dihukum dengan berbagai tuduhan di antaranya menyuap dan menerima suap yang berhubungan dengan kasus doping sejumlah atlet Rusia.

Pria berkebangsaan Senegal tersebut berjasa memberikan izin untuk atlet Rusia bertanding di Olimpiade London 2012 dan Kejuaraan Dunia Atletik 2013 di Moskow. Sidang menyebut pemimpin IAAF periode 1999-2015 tersebut telah secara langsung dan tidak langsung mengumpulkan 3,1 juta Poundsterling (sekira Rp59,7 miliar) dari atlet Rusia.

Persidangan juga menyingkap bahwa Diack terlibat dalam pembayaran sebesar US$1,5 juta dari Rusia untuk membiayai kampanye pemilihan presiden dan parlemen di Senegal pada 2012. Hal tersebut merupakan imbalan untuk memperlambat pemeriksaan kasus doping yang menargetkan para atlet Rusia.

Namun begitu, belum dijelaskan apakah Diack akan menghabiskan masa hukumannya di dalam penjara atau tahanan rumah. Salah satu pengacaranya, William Bourdon, meminta hakim untuk tidak mencegahnya berada dalam situasi yang dalam kondisi tetap terhormat, di antaranya tetap berada di lingkungan keluarganya.

Kasus ini juga melibatkan putra Diack, Papa Massata Diack. Papa Diack dianggap merupakan pemain kunci dalam beberapa skema korupsi yang telah membuat atlet Rusia menerima sanksi larangan berkompetisi itu.

Papa Diack bertahan di negaranya sendiri meski pemerintah Prancis telah meminta Senegal melakukan ekstradisi. Dengan alasan Prancis tak punya yurisdiksi untuk menangkapnya, Papa Diack saat ini masih berada di Senegal.

Pengadilan menyatakan akan segera mengumumkan hukuman untuk Papa Diack. Diack sendiri sebelumnya menuding pengadilan berkonspirasi dan tergesa-gesa memutuskan hukuman terhadapnya dan adanya konspirasi di balik hal tersebut.[]