News

Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino Meninggal Dunia di Usia 61 Tahun

Ia meninggal di sebuah rumah sakit di Manila, Filipina


Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino Meninggal Dunia di Usia 61 Tahun
Benigno Aquino (gmanetwork.com)

AKURAT.CO Mantan Presiden Filipina, Benigno Aquino meninggal dunia pada hari Kamis (24/6) setelah dirawat di sakit Capitol Medical Centre di kota Quezon, Manila, menurut surat kabar Reuters. Sedangkan penyebab perawatannya belum diketahui. 

Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran saudara perempuannya, Kris Aquino, yang kini telah menjadi seorang aktris dan publik figur. Dirinya terlihat memasuki area rumah sakit tersebut. Namun, Kris tidak memberikan pernyataan apa pun. 

“Dengan kesedihan yang mendalam saya mengetahui pagi ini tentang meninggalnya mantan presiden Benigno Aquino. Sebuah kehormatan pernah bekerja bersamanya. Dia akan selalu dikenang. “ jelas hakim Mahkamah Agung Marvic Leonen, yang diangkat oleh Aquino pada 2012.

Benigno Aquino adalah Presiden Filipina periode tahun 2010 hingga 2016 silam. Pria 61 tahun ini mendapatkan dukungan penuh dari publik Filipina untuk menjadi Presiden setelah sang ibu, seorang pejuang Demokrasi yang sangat dihormati, Corazon Aquino meninggal dunia setahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2009. 

Sedangkan ayah dari pria 61 tahun tersebut adalah seorang senator yang kerap menyuarakan pertentangan dengan kekuasaan Ferdinand Marcos. Ayahnya wafat karena dibunuh setelah dirinya kembali dari pengasingan politik pada tahun 1983 silam. 

Pembunuhan yang terjadi pada Benigno S. Aquino Jr ini membuat publik Filipina benar-benar terkejut. Peristiwa ini juga membuat Marcos kehilangan kekuasaannya pada tahun 1986 dalam revolusi People Power. Setelahnya, publik Filipina mendorong ibu dari pria yang kerap dipanggil dengan sebutan Noynoy tersebut untuk mencalonkan diri menjadi Presiden. 

Sebelumnya, Aquino adalah seorang anak yang bekerja di bisnis gula milik keluarga. Hingga akhirnya, dirinya memulai karier politiknya pada tahun 1998 silam. 

Sesaat setelah dirinya memulai kariernya di dunia politik, Aquino langsung masuk menjadi anggota DPR antara tahun 1998 hingga tahun 2007, sebagai perwakilan dari Provinsi Tarlac, sebuah wilayah yang berkembang atas bisnis gula. 

Hingga kini, dirinya pun masih memiliki bekas luka dari peluru yang ditembakkan kepadanya pada tahun 1987 silam ketika kudeta militer dilakukan untuk melawan pemerintahan ibunya. Dalam kejadian tersebut, Aquino ditembak lima kali dan tiga pengawalnya tewas terbunuh. 

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co