News

Mantan Penyidik KPK Diduga Terima Suap dari Banyak Pihak

KPK memeriksa empat saksi dari swasta terkait hal ini


Mantan Penyidik KPK Diduga Terima Suap dari Banyak Pihak
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri (Antara)

AKURAT.CO, Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju diduga telah menerima uang dari sejumlah pihak dalam penanganan perkara Walikota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Hal itu terungkap usai pemeriksaan empat pihak swasta pada Selasa (27/7/2021).

Adapun empat pihak swasta yang diperiksa antara lain Rudolf Paul, Muahir, Adelia Safitri, Aston Hutabarat dan Aditya Ginting.

“Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain masih terkait dengan dugaan berbagai penerimaan sejumlah uang dan penggunaannya oleh tersangka SRP,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Dalam perkara rasuah ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK asal kepolisian, Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacara Maskur Husain (MH).

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak lagi dilanjutkan.

Dalam konstruksi perkara disebut pada Oktober 2020 Syahrial menemui Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di rumah dinasnya. 

Syahrial menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan KPK di Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara. Azis langsung memperkenalkan Syahrial dengan Stepanus.

Dalam pertemuan tersebut, Syahrial menyampaikan soal penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK.  Syahrial meminta Stepanus membantu agar penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Stepanus bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Syahrial diminta menyiapkan uang Rp1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Stepanus.

Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Stepanus hingga total uang yang telah diterima Stepanus mencapai Rp1,3 miliar.

Uang yang telah diterima Stepanus dari Syahrial kemudian diberikan kepada Maskur Rp325 juta dan Rp200 juta. []