Ekonomi

Mantan Pejabat OJK Jadi Komisaris di Perusahaan Tambang

Mantan Pejabat OJK Jadi Komisaris di Perusahaan Tambang
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen (kanan), saat bincang-bincang dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (17/11). (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), melakukan Perubahan Susunan Dewan Komisaris perusahaan. RUPSLB menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, dengan mengangkat Hoesen sebagai Komisaris Independen menggantikan Marzuki Usman.

Hoesen merupakan mantan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017 - 2022, sebelum menjadi Anggota DK OJK, Hoesen memimpin PT Danareksa sebagai direktur selama dua tahun. Serta Hoesen juga pernah berkiprah di PT Bursa Efek Indonesia sebagai Direktur Penilaian Perusahaan Periode 2012-2015.

Pengalaman Hoesen yang selama ini sebagai mantan regulator akan membantu Perseroan lebih kompetitif di industri kelapa sawit, dan memperkuat komitmen untuk menjunjung tinggi kepatuhan dalam menjaga tata Kelola perusahaan. Hal ini bertujuan guna memberikan hasil yang lebih kepada seluruh pemangku kepentingan Perseroan.

baca juga:

CEO SSMS Nasarudin Bin Nasir mengatakan, Perseroan sangat menyambut baik kehadiran Hoesen menjadi bagian dari Dewan Komisaris SSMS, Kami berharap dengan pengalaman dan wawasan beliau dalam industri keuangan dapat membimbing dan menghantarkan Perseroan kepada pencapaian- pencapaian lainnya di masa mendatang.

Selain itu, Nasarudin juga menambahkan, Perseroan juga sangat mengapresiasi jasa dan karya Marzuki Usman selama menjabat sebagai Komisaris Independen SSMS.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Bungaran Saragih

Komisaris: Rimbung Situmorang 

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi