News

Mantan Pejabat Kemenag Dituntut 2 Tahun Penjara Korupsi Lab Madrasah

Undang juga dituntut membayar denda sejumlah Rp 100 Juta subsidair dua bulan kurungan.


Mantan Pejabat Kemenag Dituntut 2 Tahun Penjara Korupsi Lab Madrasah
Ilustrasi. (AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba.)

AKURAT.CO, Mantan Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Undang Sumantri, dituntut hukuman dua tahun penjara. Undang juga dituntut membayar denda sejumlah Rp 100 Juta subsidair dua bulan kurungan.

Tuntutan atas Undang Sumantri dibacakan Jaksa Komis Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa KPK meyakini, Undang Sumantri bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Undang Sumantri diyakini melakukan rasuah terkait beberapa proyek pengadaan di Kemenag yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 23 miliar.

"Menuntut, menyatakan terdakwa Undang Sumantri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan kedua," kata Jaksa KPK Heradian Salipi saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (3/8/2021).

Jaksa KPK menuntut pengadilan untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda sejumlah Rp 100 Juta subsidair kurungan pengganti selama dua bulan.

Dalam melayangkan tuntutan kepada Undang, jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan tuntutan Undang yakni karena jaksa menilai perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sedangkan hal-hal yang meringankan yakni karena jaksa menilai Undang berlaku sopan selama menjalani proses persidangan. Kemudian, Undang belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya secara terus terang serta tidak memperoleh keuntungan pribadi atas perbuatannya.

Atas perbuatannya itu, Undang Sumantri didakwa melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Undang Sumantri diyakini terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan peralatan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag tahun 2011.

Selain itu, Undang diyakini terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi untuk jenjang Mts dan Madrasah Aliyah (MA) pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag tahun anggaran 2011. Adapun total kerugian keuangan negara akibat rasuah di proyek tersebut mencapai Rp 23 miliar. []