Ekonomi

Mantan Menteri BRIN: Subsidi BBM Perlu Dialihkan untuk Tujuan Pendidikan dan Kesehatan

Mantan Menteri BRIN: Subsidi BBM Perlu Dialihkan untuk Tujuan Pendidikan dan Kesehatan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjoengoro saat konferensi pers hari terakhirnya bekerja di Kabinet Kerja, bertempat di Terrace Cafe, Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (18/10/2019). (Akurat.co/Dhera Arizona)

AKURAT.CO APBN yang selama ini digunakan untuk subsidi BBM dinilai perlu dialihkan untuk tujuan yang jauh lebih produktif.

Mantan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyatakan pengalihan subsidi bbm jauh lebih bermanfaat.

"Sudah saatnya Indonesia menatap cara APBN produktif yang lebih baik. Bantuan harus bersifat tepat sasaran seperti ke sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya," kata Bambang dalam sebuah diskusi daring. 

baca juga:

Bambang mencontohkan subsidi bbm bisa dialihkan untuk mendukung energi bersih serta terbarukan. Pengalihaan dalam bentuk insentif.

"Subsidi energi berbahan dasar fosil harus dikurangi dan diarahkan untuk energi bersih serta terbarukan. Perlu adanya dukungan dari pemerintah berupa insentif, untuk menarik pihak swasta dalam berinvestasi di energi bersih," ujarnya.

Dosen dan peneliti INDEF, Berly Martawardaya berpendapat bahwa subsidi BBM selama ini sangat melenceng dari fungsi distribusi dari APBN. 

"APBN dari fungsi distribusi adalah untuk melindungi masyarakat yang lemah," tuturnya. 

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas menyatakan bahwa dalam segala permasalahan yang menyangkut dengan BBM ini, sebenarnya masyarakat sangat percaya bahwa Presiden Jokowi mampu mengatasinya. 

"Masyarakat memiliki kepercayaan tinggi bahwa presiden dapat mengatasi masalah BBM. Kesadaran tentang krisis global cukup baik di tingkat masyarakat. Namun, masyarakat masyarakat memiliki kepercayaaan cukup tinggi terhadap kemampuan pemerintah," ungkapnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi